Rabu, 25/10/2017, 08:28:43
Ferry: Kulo Meniko Ngelakoni Mandatipun Partai
-Laporan SL Gaharu

Ferry Juliantono (tengah) saat konsolidasi dengan kader-kader DPC dan PAC Gerindra Grobogan (Foto: Dok/Tim)

PanturaNews (Grobogan) - Bakal Calon (Balon) Gubernur Jawa Tengah 2018-2023 dari Partai Gerindra, Dr. H. Ferry Juliantono tak henti-hentinya blusukan ke daerah-daerah di Jawa Tengah.

Selain silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, buruh, tani dan nelayan dan warga dari berbagai kalangan, juga sebagai memenuhi janjinya konsolidasi dengan kader-kader DPC dan PAC Partai Gerindra se Jawa Tengah.

Kulo meniko sak dermo ngelakoni mandatipun partai, (Saya menjalankan panggilan dan menjalani komitmen amanat partai-red),” terang Ferry dengan bahasa kromo yang fasih ketika silaturahmi dengan DPC dan PAC Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu 25 Oktober 2017.

Menurut Ferry, kegiatannya silaturami memang tugas yang diembannya ketika menerima tanggungjawab, dan amanat sebagai bakal calon gubernur. Kegiatan bertemu dengan kelompok-kelompok masyarakat, dilakoni Ferry sejak beberapa bulan terakhir.

“Saya banyak berdialog dengan masyarakat Jawa Tengah dari berbagai kalangan, supaya saya lebih mengerti dan memahami apa yang diinginkan masyarakat,” terang Ferry yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra.

Dibandingkan dengan kandidat lain, Ferry paling aktif blusukan di daerah pemilihannya. Banyak hal yang diperolehnya selama melakoni sosialisasi tersebut. Bahkan ketika konsolidasi di DPC Partai Gerindra Kabupaten Wonosobo, Ferry mengungkap data mengejutkan soal tingkat kemiskinan di Jawa Tengah.

Dikatakan Ferry, dari tahun 2013 hingga 2016, peningkatan angka ini menunjukkan, bahwa kemiskinan semakin parah dan semakin dalam, sehingga orang miskin akan semakin miskin.

Indeks Kedalaman Kemiskinan atau Proverty Cap Index perangkap kemiskinan (P1) di pedesaan di Jawa Tengah naik 21,85 persen. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan atau Proverty Severity Index (P2) naik 48,21 persen dalam rentang waktu 2013-2016.

Menurutnya, selama blusukan banyak yang diperoleh dari aspirasi masyarakat. Banyak warga Jawa Tengah yang menginginkan pemimpin baru. Yaitu pemimpin yang bisa membuat mereka sejahtera.

“Bukan sebaliknya, pemimpin yang kian membuat jurang si kaya dan miskin kian  menganga. Bukan pemimpin yang sibuk memoles pencitraan, mboten ngapusi, mboten korupsi,” tegas Ferry yang lebih dikenal sebagai aktifis yang membela kepentingan rakyat.

Sebagaimana diketahui, Ferry dikenal sebagai aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi. Salah satu resiko yang harus dilaluinya sebagai aktivis, adalah mendekam di penjara pada 2008.

Penyebabnya, suami Ir. Sita Komaladewi ini memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY. Ferry mengaku harus membela rakyat, ketika kepentingan mereka diganggu dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan mereka.

Bapak dua putra, Jodipati Alif Fitrahillah dan Rendrahadi Nezar Musyaffa, banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh dan agraria. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan).


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita