Viska Virgiana dengan berseragam SMP diantar saat pertama kembali ke sekolah (Foto: ED/Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Majelis Silaturahmi Warga Brebes (Masigab) yang berkedudukan di Jakarta menjadi orang tua asuh bagi Viska Virgiana (15) dari Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Viska Virgiana yang sebelumnya telah lulus Sekolah Dasar (SD) ini sempat terhenti tidak melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena alasan ekonomi. Kondisi perekonomian keluarganya yang memprihatinkan menjadi faktor utama dirinya berhenti sekolah.
Berkat pergerakan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) yang fokus pada Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), Viska diupayakan mendapatkan orang tua asuh agar bisa melanjutkan ke sekolah.
Masigab yang menjadi orang tua asuh merupakan organisasi warga asli Kabupaten Brebes di Jakarta yang sudah menetap dan berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Anggota Masigab terdiri atas beberapa unsur dari para tokoh daerah Brebes, mulai dari pejabat tingkat nasional, pemuda, maupun komunitas- komunitas asli warga Brebes.
Ketua Masigab, H Toto Carto mengatakan, Masigab memberikan apresiasi terhadap Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) yang ada di Kabupaten Brebes yang selama ini fokus kepada pengembalian anak yang putus sekolah agar bisa kembali bersekolah.
"Kepengurusan Masigab yang baru, berkomitmen untuk andil dalam pengentasan dan pengembalian anak putus sekolah yang menjadi faktor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes masih paling bawah," ujarnya Rabu 25 Oktober 2017.
Menurutnya, Masigab akan terus berkontribusi dengan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang ingin kembali sekolah agar hak anak bisa didapatkan.
"Viska menjadi salah satu anak asuh Masigab, sehingga pembiayaan perlengkapan sekolah dan untuk uang sakunya sehari-hari menjadi tanggung jawab kami," Kata Toto.
Dikatakan, pihaknya akan selalu tanggap dan peduli terhadap kondisi terkini yang ada di Kabupaten Brebes. MASIGAB adalah warga Brebes dan kewajiban untuk ikut mencari solusi dari masalah yang ada di daerahnya.
"Salah satunya mengenai rendahnya tingkat pendidikan dan angka putus sekolah di desa -desa," ucap Toto.
Viska sendiri telah mulai masuk sekolah kembali secara efektif mulai hari Selasa 24 Oktober 2017, dengan diantar oleh Pengurus Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP), Karang Taruna dan Kepala Desa Wlahar, dan sekarang dia sudah duduk di kelas 7C SMPN 4 Larangan.
Sementara itu, Ketua FMPP Desa Wlahar Agus Pramono mengatakan, dirinya bersama pengurus dan dibantu oleh karang taruna serta pihak desa melakukan pendekatan kepada keluarganya dan pihak sekolah.
"Berkat bantuan semua pihak dengan tetap menggaungkan gerakan kembali bersekolah, sehingga viska bisa melanjutkan ke SMP," katanya.
Pihaknya sangat berterima kasih kepada Masigab yang telah bersedia menjadi orang tua asuh bagi anak tersebut. "Ucapan terima kasih kepada pihak yang menjadi orang tua asuhnya, akhirnya Viska bisa bersekolah," ungkapnya.