Senin, 23/10/2017, 01:54:36
Gus Ali Doakan Ferry Jadi Gubernur Jawa Tengah
-Laporan SL Gaharu

Ferry (kiri) disambut GusAli (kanan) saat mengunjungi Ponpes Darussalam Timur, Muntilan (Foto: Dok/Tim)

PanturaNews (Magelang) - Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, bakal calon (Bakal) Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 dari Partai Gerindra, Dr. H. Ferry Juliantono bertandang ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Timur, Kecamatan Muntilan, Magelang, Minggu 22 Oktober 2017.

Kepada santri di Pondok Pesantren pimpinan H. Agus Ali Qoisor yang akrab disapa Gus Ali, Ferry menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional seharusnya bukan cuma diperingati, tapi juga ada terobosan untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat.

“Ini Silaturahmi. Wajib bagi saya mampir ke Pondok Pesantren, sekaligus ingin mendengar apa harapan para santri dan pengasuh pondok pesantren pada kepemimpinan Jawa Tengah mendatang,” jelas Ferry yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP Partai Gerindra.

Sementara Gus Ali menyatakan bahwa keinginan Ferry untuk menjadi Gubernur Jawa Tengah, semoga dikabulkan Allah SWT. Meurutnya, jika niat Ferry itu baik dan luhur, pasti niat menjadi gubernur akan dikabulkan.

“Kalau niatnya baik, dan benar-benar ingin mewujudkan perbaikan bagi masyarakat Jawa Tengah, ya monggo. Niat baik dan luhur pasti dikabulkan,” harap Gus Ali.

Sebagaimana harapan Gus Ali untuk santri-santrinya, Ferry menegaskan bahwa santri adalah aset dalam menggerakkan roda perekonomian Jawa Tengah yang hingga kini berjalan di tempat. Karena itu, Ferry akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, sekaligus memberdayakan pondok pesantren untuk mencetak santripreuner. Yaitu santri yang diberi pengetahuan dan pendidikan ekonomi, termasuk membentuk koperasi-koperasi, pelatihan Industri kecil dan lainnya.

“Pesantren ini salah satu pusat pergerakan ekonomi. Jika ada pengajian atau acara haul, ratusan ribu manusia hadir. Ini tidak hanya meningkatkan ekonomi para santri, tapi juga masyarakat sekitarnya,” terang Ferry.

Ditambahkan Ferry, banyak peluang untuk meningkatkan ekonomi santri. Salah satunya dengan memberikan modal usaha kepada pesantren-pesantren di Jawa Tengah.

“Kedepan kita juga kan mempersiapkan para santri yang siap kerja," pungkas Ferry.

Diketahui, Ferry lebih dikenal sebagai aktivis yang banyak menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi. Salah satu resiko yang harus dilaluinya sebagai aktivis, adalah mendekam di penjara pada 2008.

Penyebabnya, suami Ir. Sita Komaladewi ini memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY. Ferry mengaku harus membela rakyat, ketika kepentingan mereka diganggu dengan kebijakan pemerintah yang memberatkan mereka.

Bapak dua putra, Jodipati Alif Fitrahillah dan Rendrahadi Nezar Musyaffa,

banyak terlibat dalam organisasi petani, nelayan, buruh dan agraria. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan).


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita