Minggu, 22/10/2017, 04:58:18
Para Santri Punya Peran Penting Dalam Perjuangan
-Laporan SL Gaharu

Gubernur Jawa Tengah menyalami para santri seusai Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Kota Tegal (Foto: Foto Dok/Nino)

PanturaNews (Tegal) - Peran santri dalam kiprahnya memperjuangkan kemerdekaan RI, tak bisa dipandang sebelah mata. Santri merupakan bagian penting dalam perjuangan saat melawan pasukan kolonial pada 10 Nopember 1945, dengan menggerakan pemuda dan masyarakat.

Hal itu dikatakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutan pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional, di Alun-Alun Kota Tegal, Minggu 22 Oktober 2017 pukul 08.00 WIB.

“Santri puya peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan kokohnya tonggak semangat Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” seru Ganjar Pranowo dalam puncak Peringatan Hari Santri Nasional itu.

Upacara diikuti sekitar 2.000 peserta. Hadir dalam upacara tersebut Plt. Walikota Tegal, Drs. M Nursholeh, M.MPd beserta Forkopimda dan tokoh lintas agama Kota Tegal.

Dijelaskan Ganjar, Hari Santri yang diperingati ini merujuk saat disepakati Resolusi Jihad oleh para ulama, pada 22 Oktober 1945. Kesepakatan itu berisi seruan ulama yang mewajibkan setiap muslim Indonesia, untuk membela tanah air dan mempertahankan NKRI.

“Saat ini, tantangan santri sudah berubah. Saat ini kita dihadapkan pada realita praktik-praktik berbangsa dan dan bernegara yang tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi dan nilai Pancasila. Korupsi, terorisme, radikalisme, intoleransi, ujaran kebencian dan saling fitnah diantara anak-anak bangsa, menunjukan bahwa perilaku kita acap jauh dari nilai-nilai Pancasila,” urai Ganjar.

Kaum santri, lanjut Ganjar, harus terus mengambil peran bagi kemajuan Republik Indonesia. Santri adalah aset negeri ini, bangsa ini menantikan selalu peran santri yang mampu menorekan sejarah bagi negeri ini.

“Santri harus bijak dalam menggunakan media sosial, karena dewasa ini semua orang gampang sekali mengeluarkan informasi-informasi bohong, ujaran kebencian dan ajakan-ajakan untuk mengikuti ajaran yang menyimpang. Santri harus pandai memilah dan menyerap informasi. Sebarkanlah cerita kebaikan,” ajak Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Plt. Walikota Tegal, Drs. HM Nursholeh juga berpesan, bahwa santri tidak hanya diidentikan secara fisik dengan berkopiah dan bersarung. Namun lebih dari itu, santri adalah perekat yang mampu menutup rapat pintu-pintu dari bahaya disintegritas bangsa.

“Mari kita menebarkan ujaran kebaikan, bukan malah sebaliknya menebarkan ujaran kebencian,” kata Nursholeh.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita