Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, H Hadi Sutjipto SH (kiri) dan Abdullah Sungkar ST SE (kanan).
PanturaNews (Tegal) - Proyek meterisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 5.607.580.000 menjadi pokok bahasan utama dalam evaluasi realisasi proyek fisik tahun 2010, antara Komisi III bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Senin 11 Oktober 2010.
Pada kesempatan itu, Komisi III meminta penjelasan DPU kaitan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila sampai batas waktu yang ditentukan proyek meterisasi PJU itu belum terselesaikan. Proyek lain yang menjadi bahasan yaitu soal proyek Polder, Penanganan ROB dan proyek fisik lainnya dibawah nauangan DPU.
Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, H Hadi Sutjipto SH menyatakan, sebelum dilakukan meterisasi PJU, pendapatan retribusi PJU sudah surplus Rp 2 miliar. Sehingga dengan meterisasi PJU, maka retribusi PJU harus naik. Minimal dalam waktu 2 tahun, anggaran sebesar 5.995.460.000 sudah kembali. Kalau tidak, maka itu perlu dipertanyakan.
"Sebenarnya proyek meterisasi PJU tak mendesak, karena sudah surplus. Wacana pembangunan meterisasi PJU, karena saat itu retribusi PJU setiap tahunnya defisit Rp 1miliar," papar Sutjipto.
Menurut anggota Komisi III dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, Abdullah Sungkar ST SE, proyek meterisasi PJU menelan biaya yang cukup besar, sesuai pagu anggarannya 5.995.460.000, setelah dilelang menjadi Rp 5.607.580.000. Pihaknya minta agar proyek ini harus maksimal, jangan setengah-setengah.
"Dari awal sebenarnya kami kurang setuju dengan proyek mterisasi PJU, namun DPRD akhirnya menyepakati. Sehingga kami minta haris maksimal pengerjaanya," kata Sungkar.
Sedangkan soal penanganan rob, sesuai keterangan dari DPU saat ini sedang dilakukan kajian. Setelah itu baru ada rekomendasi untuk penyusunan master plain. Sebelum membuat DED, master plain disosialisasikan pada masyarakat. Baru dilakukan pembangunan fisik. Namun soal taeget tahun, DPU belum bisa memastikan.
"Kami juga mempertanyakan soal erosi di polder, padahal untuk pembangunan tersebut selama dua tahap telah menghabiskan anggaran seklitar Rp 2,6 miliar. Tapi jawaban DPU, erosi disebabkan karena belum ada bebalan rumput," tuturnya.
Dihadapan Komisi III, Kepala DPU Kota Tegal, Ir Gito Mursriyono, mengungkapkan, proyek meterisasi PJU dengan anggaranb Rp 5.995.460.000 dilaksanakan PT Karya Jaya, dan sampai akhir September 2010 realisasi pekerjaanya sudah 30 persen.
"Saat ini jaringan PJU di wilayah Kecamatan Tegal Selatan sudah terpasang, kami optimis pengerjaan meterisasi PJU tak terlambat, Rekanan pada akhir kontrak, yakni tanggal 17 Desember sudah dapat menyelesaikan pekerjaan," ungkapnya.