Sabtu, 02/10/2010, 17:16:00
Menkes Jenguk Korban Kecelakaan KA, 14 Belum Teridentifikasi
Kun Gun-Heru Kundhimiarso & Guntur Handoyo

Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih didampingi Bupati Pemalang, HM Machroes SH mengunjungi para korban kecelakaan KA yang sedang dirawat di RSU dr M Ashari Pemalang. (FT: Guntur Handoyo)

PanturaNews (Pemalang) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH didampingi Dirjen Bina Pelayanan Medik dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, Sabtu 02 Oktober 2010 siang, menjenguk para korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Pemalang, Jawa Tengah.

Kunjungan Menkes dimaksudkan untuk memastikan penanganan terhadap para para korban kecelakaan KA yang sedang ditangani di beberapa rumah sakit di Pemalang.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah tersebut. Semoga arwah korban meninggal dunia diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan iman. Bagi korban yang menderita luka-luka akan dilakukan perawatan di beberapa rumah sakit dengan biaya ditanggung pemerintah,” ujar Menkes kepada PanturaNews saat menjenguk para korban di RSU dr M Ashari Pemalang.

Dalam kunjungannnya, Menkes yang didampingi Bupati Pemalang, HM Machroes SH dan Direktur RSU dr M Ashari, dr Humartono langsung mengunjungi para korban yang tengah dirawat. Sebelumnya, pihak Kementrian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, untuk mempersiapkan sumber daya yang dibutuhkan seperti sarana, tenaga, biaya, obat dan alat kesehatan.

Bantuan yang diberikan berupa 1 buah ambulans bencana Menkokesra, 2 buah mobil pribadi, 1 buah mobil Dinkes dan akan menyusul Tim Menkes, For Rider Kepolisian serta 1 tim Ambulans terdiri dari 1 dokter dan 1 perawat. Kemenkes juga bekerja sama dengan Disaster Victim Identification (DVI) Jawa Tengah, melakukan identifikasi mayat para korban yang meninggal dunia.

Kecelakaan KA yang terjadi 02 Oktober 2010 diniahari sekitar pukul 03.00 di Petarukan, Pemalang, mengakibatkan puluhan penumpang di gerbong KA Senja Utama menderita luka ringan, luka berat dan meninggal dunia. Sampai dengan pukul 14.00 korban meninggal sebanyak 34 orang, dan kemungkinan akan bertambah jumlahnya karena proses evakuasi masih berlangsung.

Dari ke-34 korban meninggal, 20 korban sudah teridentifikasi. Sementara 14 korban lainnya belum diketahui identitasnya. Saat ini, jenazah ke-34 korban meninggal ditempatkan di RSU dr M Ashari Pemalang.

Selain itu, puluhan korban yang menderita luka berat dan luka ringan juga masih dirawat di beberapa rumah sakit yaitu RS Santa Maria, RSUD Hasyim Ashari dan RS Islam Pemalang serta RSUP Kariadi Semarang. Para korban yang dirawat ditangani oleh 3 dokter Brigade Siaga Bencana (BSB), 6 dokter anestesi, 10 dokter bedah umum, 1 dokter bedah orthopedi, dan 3 perawat OK.

Daftar Nama Korban Meninggal yang sudah teridentifikasi:

1. Budi Setiawan - Jalan Flamboyan RT 03 RW 04 Semarang

2. Hertiyono SE - Jalan Gayam No 5 RT 04 RW 16 Desa Wonodri Semarang

3. Hana Adiwarsito - Kampung Rembel Semarang

4. Yeni - Ungaran

5. Abdreas Rudy Kristanto - Salatiga

6. Fikri Handika Khoir - Bekasi

7. Bahtiar Oktaviandi - Cempaka Baru Kemayoran, Jakarta

8. Fredy Adopan Sihombing - Jalan Damarlaut No 32 RT 04 RW 04 Tebing Tinggi

9.Verish Dahalang – Gedongsongo RT 03 RW 02 Manyaran Semarang Barat

10. Eko Setiawan – Desa Kebumen RT 06 RW 02 Sukorejo, Kendal

11. Tohirin – Binagria Blok BII No 78 RT 07 RW 04, Pekalongan Barat

12. Kolonel Yulianto – Dephan

13. Budisuyanto – Jl Bidar B5 / 8 Kelapa Dua, Jakarta

14. Maryono – Komplek Mitra Bekasi Blok G18 RT 01 RW 01 Duren Jaya Bekasi

15. Ismail Anwar – Jalan Lorong No 100 RT 03 RW 02 Koja Jakarta Utara

16. Widiasandi S – Jl Galungan 11 / 61 RT 02 RW 06 Krapyak, Semarang

17. Heri Pramono – Asrama Yonif 320 Tapos

18. Eko Suwondo – Jalan Borobudur Utara RT 06 RW 03 Mangaran

19. Bayu Sakti – Ungaran

20. Danang Fajar S – Pokoh Pal Bapang, Bantul.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita