Ilustrasi pedagang kaki lima. Inzet: Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rachmat Rahardjo.
PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 400 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati lahan Taman Poci yang dulu dikenal dengan Taman Pancasila di Jalan Pancasila Kota Tegal, Jawa Tengah, akan direlokasikan ke Lapangan PJKA karena adanya penataan kawasan halaman Stasiun Kerata Api (KA) Tegal. Tidak ada ganti untung untuk para pegadang pada relokasi ini.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop-UMKM) Kota Tegal, R Suliyanta, Jumat 20 Agustus 2010. “Diperkirakan ada 400 PKL yang menempati lahan di Taman Poci, direlokasi ke lapangan PJKA. Hal ini karena pihak PT KAI sedang melakukan penataan kawasan halaman stasiun KA,” kata Suliyanta.
Menurut Suliyanta, jumlah PKL yang direlokasi terlalu over kapasitas, sebab lapangan PJKA hanya mampu menampung 300 PKL dengan konsekuensi setiap PKL mendapatkan jatah lahan seluas 2 x 3 meter persegi. Selain itu, dalam proses perpindahan maupun pembuatan lapak dagangan di tempat yang baru, PKL diminta membiayai sendiri karena tidak mendapat ganti untung dari pihak manapun.
“Rencana relokasi PKL ini memang dinilai terlalu cepat dan mendadak, sehingga dalam proses relokasi Pemkot Tegal belum bisa melakukannya dengan maksimal. Namun demikian Pemkot tetap berupaya sebaik mungkin agar perpindahan ini tidak menimbulkan permasalahan baru, dan di tempat yang baru tetap mendapatkan peluang penjualan yang bagus,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rachmat Rahardjo mengatakan, relokasi itu harus benar-benar bisa ditangani secara profesional, sebab dengan kapsitas lapangan PJKA yang hanya mampu menampung 300 PKL tentunya akan mengalami kepadatan, sebab jumlah PKL yang akan direlokasi mencapai 400 PKL.
“Pemkot harus melakukan kajian yang maksimal sebab selain jumlah PKL yang direlokasi over dari kapsitas lapangan PJKA, juga harus melakukan kajian niaga yang memungkinkan PKL tetap mendapatkkan keuntungan di lokasi penjualan yang baru,” tandas Rachmat.