Para petugas perbaikan sedang memperbaiki Conveyer mesin Pabrik Gula Sragi Kabupaten Pekalongan yang rusak akibat terbakar. (FT: Agus Zahid)
PanturaNews (Kajen) - Paska terbakarnya Conceyer (Alat Angkut Bahan Bakar Mesin Giling Tebu) Pabrik Gula Sragi, Kabupaten Pekalongan, Selasa malam pekan lalu, PG yang berkapasitas penggilingan 33.000 kwintal tebu perhari ini, hingga Rabu 18 Agustus 2010 belum beroperasi.
Kepala Urusan Hak dan Umum PG Sragi, Rahmad Wibowo mengatakan, kebakaran diduga akibat gesekan alat tersebut, namun hingga saat ini belum ada keterangan yang pasti dari pihak yang berwajib terhadap sebab-sebab kebakaran tersebut. Conveyer termasuk alat vital, untuk menghidupkan jaringan Catel menjalankan mesin giling. Saat ini mesin itu masih dalam tahap perbaikan, karena besi-besi yang terbakar itu banyak yang rusak.
"Sudah enam hari kita belum bisa beroperasi, ya mungkin Jumat baru bisa jalan," katanya.
Sementara sebagian tebu-tebu petani dan perusahaan yang biasa digiling di PG Sragi, terpaksa dilarikan ke PG Sumberharjo Pemalang, PG Jatibarang Brebes dan PG Pangkah Kabupaten Tegal untuk digiling. "Sementara tebu kita kirim ke PG Sumberharjo, Jatibarang dan Pangkah, dari pada keburu kering," terang Rahmad.