Jumat, 23/07/2010, 19:49:00
Manfaatkan Lahan Kritis dengan Penanaman Jagung
ZM-Zaenal Muttaqin

Dandim Brebes, Letkol Inf Jajat Sudrajat (pegang tongkat komando) melakukan penanaman jagung saat membuka program P3BP di Desa Kedungoleng. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Paguyangan) - Melalui program Prajurit Pelopor Pembangunan Bidang Pertanian (P3BP) Kodim 0713 Brebes, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Yayasan Terang Sejahtera Bagi Bangsa (YTSBB) melakukan penanaman bibit jagung hibrida di lahan kritis seluas satu hektar di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Program dibuka langsung oleh Dandim Brebes, Letkol Inf Jajat Sudrajat, pada Jumat 23 Juli 2010 siang.

Penanaman bibit jagung sebanyak 15 kilogram dengan pola pemupukan nutrisi cair itu ditargetkan bisa panen minimal 10 ton jagung pipil kering. "Targetnya 10 ton, tapi kalau bisa mencapai 15 jagung pipil kering akan mendapat hadiah dari yayasan terang sejahtera bagi bangsa selaku pihak yang memberi modal," kata Jajat Sudrajat.

Dikatakan, yang utama dalam program tersebut adalah untuk memanfaat lahan kritis yang selama ini tidak dimanfaatkan menjadi lahan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Program P3BP di Desa Kedungoleng selanjutnya dikelola oleh kelompok Canden Rayon Sejahtera, yang anggotanya terdiri atas petani anggota TNI. "Program pemanfaatan lahan kritis ini meski dilaksanakan oleh TNI dan masyarakat, tetapi nanti hasilnya untuk masyarakat," kata Jajat.

Bagi TNI program prajurit pelopor pembangunan bidang pertanian dilakukan dalam rangka membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mengembalikan lahan kritis menjadi lahan produktif. "Ini untuk membuktikan bahwa TNI sangat peduli lingkungan dan juga peduli terhadap kesejahteraan masyarakat," ucap Jajat.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungoleng, Suwaryo mengatakan, lahan kritis yang ada di desanya mencapai 50 hektar. Lahan kritis seluas itu sebagian besar merupakan tanah desa.  "Tanah desa atau tanah bengkok sebagian tidak produktif dan kondisinya kritis," katanya.

Adanya program prajurit pelopor pembangunan bidang pertanian ini meski baru dimulai dengan lahan seluas satu hektar atau tepatnya di Blok Canden, dapat mengembalikan kesuburan lahan dan memberikan hasil panen yang sesuai target. Selanjutnya, jika program bersama TNI itu berhasil akan dikembangkan pula pada lahan-lahan kritis lainnya. "Ini kita baru memulai, nantinya kalau bisa berhasil akan dikembangkan pula di lahan kritis lainnya," tutur suwaryo.

Hadir dan menyaksikan acara penanaman bibit jagung, Camat Paguyangan, Ahmad Hermanto SIP. Sementara mendampingi Dandim Brebes, Letkol Inf Jajat Sudrajat didampingi Kasdim, Mayor Ahmad Aziz dan Danramil 11 Paguyangan, Kapten Inf Iskandar beserta anggotanya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita