Empat walikota peserta City Sanitation Summit VIII di Kota Tegal foto bersama usai penutupan acara di Gedung Adipura Balai Kota Tegal. (FT: Yerry Novel)
PanturaNews (Tegal) – Kesimpulan hasil kegiatan City Sanitation Summit (CSS) VIII di Kota Tegal, Jawa Tengah mencangkup, pemerintah pusat berkomitmen menfasilitasi implementasi pembahasan SSK. Termasuk pengaturan hibah serta persyaratan hibahnya, sepenuhnya diatur oleh pemerintah Indonesia.
Demikian disampaikan Perwakilan Sekretariat AKKOPSI, Liana Adriani ST.PMe saat penutupan CSS VIII, di Gedung Adipura Balai Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis 22 Juli 2010 malam.
Dikatakan Liana, dari 13 kesimpulan yang dihasilkan CSS VIII, diantaranya pemerintah kota bersepakat berkomitmen untuk implementasi Strategi Sanitasi Kota (SSK). Bahkan pemerintah pusat juga berkomitmen untuk menfasilitasi implementasi tersebut.
“Hingga saat ini, dari 22 kota/kabupaten yang punya SSK telah dinilai DPA 9 kota oleh Direktur Cipta Karya. Ke 9 kota itu kemungkinan besar DPA nya akan didanai oleh hibah AUSAID 2011,” terang dia didepan para peserta.
Hibah AUSAID hingga Juni 2011 nanti, lanjut Liana, jumlahnya Aus $ 100 juta. Sedangkan pemilihan kota/kabupaten, untuk pengaturan hibah serta persyaratan hibahnya, sepenuhnya diatur oleh pemerintah Indonesia. Hanya saja, hibah ini diberikan pada kota maupun kabupaten yang memiliki SSK dan mengalokasikan DPA murni dari APBD.
“Untuk pengukuhan SK perubahan ART AKKOPSI, akan dilaksanakan di Rakernas II AKKOPSI yang direncanakan November 2010 di Denpasar, Bali,” jelas Liana.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Tegal, H Ikmal Jaya mengharapkan agar hasil buah pikir diskusi dalam kegiatan CSS VIII, dapat memberikan manfaat yang terbaik bagi masyarakat Kota Tegal.
“Bersumber dari AKKOPSI sebagai wadahnya, kabupaten/kota yang peduli sanitasi tentunya mengharapkan agar semua anggotanya mendapatkan kesempatan yang terbaik dalam pembangunan sanitasi di Indonesia,” ujar Ikmal.