Delegasi dari 11 Perhimpunan Negara dan perwakilan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies dan International Committee of the Red Cross pada pertemuan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se Asia Tenggara. (Foto: Indra Yogaswara, Staf Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI)
Pertemuan para pemimpin Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se Asia Tenggara, dihadiri 32 delegasi dari 11 Perhimpunan Negara dan perwakilan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies dan International Committee of the Red Cross, ditutup Kamis 22 Juli 2010 di Hotel Sultan, Jakarta.
Pada pertemuan tersebut mengeluarkan Deklarasi Jakarta, dan menyepakati Ketua Umum PMI Jusuf Kalla sebagai koordinator Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Asia Tenggara. Melalui Deklarasi Jakarta, para pemimpin Palang Merah dan Bulan Sabit Merah juga menyepakati enam butir pernyataan sikap yakni, Pertama: Bekerjasama dalam implementasi Strategi 2020 Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di kawasan Asia Tenggara.
Kedua, Ketua dari pertemuan pimpinan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Asia Tenggara, akan menjadi Koordinator Kerjasama Regional Asia Tenggara hingga pertemuan berikutnya. Ketiga, Menegaskan mandat kepada PMI dan Palang Merah Thailand, dengan berkonsultasi Sekretariat International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, untuk melanjutkan mewakili kesebelas Perhimpunan Nasional dalam diskusi dengan Sekretariat ASEAN untuk memformalisasikan Memorandum kerjasama yang menguntungkan semua pihak.
Keempat, Kesebelas perhimpunan Nasional se-Asia Tenggara secara aktif berkonsultasi dengan Sekretariat Federasi, dalam membuat perencanaan dan anggaran untuk kawasan tersebut. Kelima, menyetujui rencana pembentukan Regional Disaster Relief Fund untuk kawasan Asia Tenggara, dan mendorong Pimpinan Delegasi Regional Federasi di Bangkok untuk berkonsultasi dengan RDMC (Regional Disaster Management Committee), dalam menyusun pedoman pengelolaan dana tersebut.
Sedangkan kesepakatan keenam, mendorong Health Social Service Group untuk menangani isu-isu berkaitan dengan keamanan darah, kegiatan pencegahan pandemi, pertolongan pertama dan lansia serta mendorong forum Pengembangan Organisasi agar melaporkan perkembangan pokok bahasannya pada pertemuan para pemimpin.
Menurut Ketua Umum PMI Jusuf Kalla yang kini menjabat sebagai koordinator Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Asia Tenggara, Deklarasi Jakarta disepakati bersama agar kerja sama Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Asia Tenggara menjadi lebih solid dan kuat.
Pertemuan yang berlangsung sejak 20 Juli, membahas berbagai isu kemanusiaan yang merujuk pada implementasi Kebijakan Federasi Internasional, Strategi 2020, khususnya peran palang merah dalam diplomasi kemanusiaan, seperti pengalaman PMI ketika melaksanakan respon kedaruratan dan investigasi kemanusiaan pada kerusuhan Koja, Tanjung Priok beberapa waktu lalu. Termasuk pengalaman Palang Merah Thailand dalam insiden pemberontakan kudeta pemerintahan setempat. Kajian kasus nasional ini, mendorong pentingnya pedoman bagi Perhimpunan Nasional dalam penanganan kerusuhan (civil unrest).
Isu-isu lain yang juga dibahas, menyangkut kebijakan dan program palang merah dalam adaptasi perubahan iklim, Remaja dan Relawan serta permasalahan kesehatan, penanganan bencana dan organisasi. Semua hasil pembahasan akan dilaporkan pada Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah regional Asia Pasifik di Amman, Yordania pada bulan Oktober 2010 mendatang. (Kiriman Staf Humas PMI Jawa Tengah, M. Nashir Jamaludin)