Kamis, 22/07/2010, 20:49:00
City Sanitation Summit VIII Menyatukan Konsep dan Proses
YN-Yerry Novel

Ketua AKKOPSI, HR Bambang Priyanto saat mengisi sidang pleno pertama pertemuan puncak City Sanitation Summit ke VIII di ruang Adipura Balaikota Tegal. (FT: Yerry Novel)

PanturaNews (Tegal) – Pertemuan puncak Aliansi Kota Kabupaten Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dalam City Sanitation Summit (CSS) VIII di Kota Tegal, Jawa Tengah, diharapkan untuk menyatukan konsep dan proses. Dengan begitu, tahapan implementasi melalui memorandum program, dapat menghasilkan rencana rinci yang terukur dan terdukung dari berbagai sumber.

Demikian sambutan Ketua AKKOPSI, HR Bambang Priyanto saat mengisi sidang pleno pertama pertemuan puncak sanitasi di Gedung Adipura, Balai Kota Tegal, Kamis 22 Juli 2010 siang.

Menurutnya, Pemerintah Pusat dalam mendukung mencari berbagai donor seperti hibah dari Pemerintah Belanda melalui USDP dan Pemerintah Australia melalui INDII, nampaknya dapat menyatukan gerak untuk mendukung pelaksanaan strategi sanitasi kota (SSK). Dengan begitu, pemerintah-pemerintah daerah dapat menempatkan program pembangunan sanitasi sebagai salah satu prioritas di wilayahnya.

“Kami berharap, SSK sebagai portofolio investasi ini juga dapat menarik donor lain seperti USAID, UNICEF, ADB dan yang lainnya untuk turut mendukung pencapaian target Roadmap PPSP dan target MDG’s. Dengan begitu, tanggungan dari pemerintah Kota dan Kabupaten dapat diperingan dari dana hibah,” papar Bambang yang juga Walikota Jambi.

Selain itu, lanjut Bambang, pelaksanaan CSS VIII hari kedua di Tegal ini, juga merancang pembahasan khusus untuk menuntaskan permasalahan hibah sanitasi, seperti Kota/Kabupaten yang masih tertinggal. Diakui, belum lama ini pihaknya telah mendapat informasi, Kota/Kabupaten yang telah memenuhi syarat akan mendapatkan dana hibah IEG dari AusAid. “Kota maupun Kabupaten yang sudah memiliki SSK, akan mendapat dana hibah dari IEG,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita