Kamis, 22/07/2010, 17:31:00
Lebaran Tak Selesai, Perbaikan Jalur Pantura Dikeluhkan
YN-Yerry Novel

Perbaikan jalur Pantura di Kota Tegal sepanjang 3 kilometer menimbulkan kemacetan, karena kendaraan dialihkan menjadi satu jalur. (FT: Yerry Novel)

PanturaNews (Tegal) – Perbaikan jalur pantai utara (Pantura) sepanjang 3 Km di Kota Tegal, Jawa Tengah, membuat resah pengguna jalan. Pasalnya, seharusnya kendaraan bisa melalui dua jalur, kini dijadikan satu jalur. Sehingga perbaikan jalan dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender itu, tak luput dari kemacetan.

Menurut Ketua Gapensi Kota Tegal, Asmawi Aziz, Kamis 22 Juli 2010, seharusnya perbaikan jalan dibuat bertahap. Dengan begitu, kendaraan akan lancar dan tidak menimbulkan kemacetan. Apalagi pada lebaran, dipastikan jalur pantura akan macet.

“Seharusnya jangan semuanya dibongkar, maksimal sepanjang 50 meter saja. Sebab jika semuanya dibongkar, akibatnya sudah jelas seperti sekarang ini, setiap hari selalu macet,” keluh warga Jalan Ki Hajar Dewantoro, Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana itu.

Tidak hanya itu, lanjut Asmawi, Kantor Gapensi yang terletak di Jalan Wisanggeni Kota Tegal itu, kerap juga didatangi masyarakat Tegal. Menurutnya, kebanyakan warga mengira bahwa perbaikan pantura dikerjakan oleh kontraktor anggota Gapensi. Padahal, kontraktor yang mengerjakan proyek jalur pantura dengan Nomer Kontrak HK. 02.03/SNVT-PJT/LSR-CML/II/2010-02 itu adalah kontraktor dari pusat.

“Kebanyakan warga Tegal mengeluhnya ke Gapensi soal perbaikan jalur pantura itu. Bahkan mereka menilai, perbaikan pantura terlalu asal-asalan,” kata dia menirukan keluhan dari masyarakat.

Terpisah Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Kementrian Pekekerjaan Umum, Hediyanto W Husaeni mengatakan, sebelum lebaran pekerjaan akan dihentikan dulu, sebab dipastikan jalur pantura akan padat. “Kemungkinan sebelum lebaran 7 hari sudah berhenti, dan dilanjutkan setelah lebaran 7 hari,” ujarnya.

Dikatakan, anggaran total perbaikan jalan dalam tahun ini se Jawa Tengah sekitar Rp 965 miliar. Dengan jumlah itu, untuk perbaikan jalur di pantura Rp 600 miliar lebih. Sedangkan di jalur selatan sekitar Rp 300 miliar lebih.

“Memang usia jalan di pantura sudah cukup tua. Terutama untuk pondasinya. Kita tidak bisa menggantinya lantaran biayanya yang cukup besar. Untuk itu, kita hanya bisa memperbaiki saja,” terangnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita