Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Widjanarto Spd
PanturaNews (Brebes) - Akibat minimnya anggaran di APBD Kabupaten Brebes yang dialokasikan untuk pendidikan, jumlah anak yang putus sekolah pada tahun 2010 mencapai 1-3 persen dari jumlah keseluruhan anak yang mengenyam pendidikan dari tingkat SD-SMP. Untuk jumlah satu sekolah tingkat SD rata-rata 886 anak, sedangkan tingkatan SMP negeri/swasta rata-rata berjumlah 125 anak.
Demikian disampaikan Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Widjanarto Spd di kantornya, Kamis 22 Juli 2010 saat dimintai komentarnya tentang anggaran pendidikan di Kabupaten Brebes yang kurang menyentuh kepada rakyat.
Menurutnya, tahun 2009 anggaran untuk pendidikan di APBD Kabupaten Brebes berkisar Rp 78 miliar, sementara untuk APBD 2010 anggaran pendidikan yang diusulkan Dinas Pendidikan setempat hanya sebesar Rp 28 miliar. Dengan demikian anggaran yang dialokasikan untuk mencerdaskan anak bangsa mengalami penurunan hingga 50 persen lebih.
"Mestinya diperlukan dana pendamping untuk pendidikan sebesar Rp 20 persen, baik dari anggaran daerah, provinsi maupun pusat. Sehingga jumlah anak yang putus sekolah dalam tiap tahun tidak mengalami peningkatan yang drastis," ujarnya.
Dia mengatakan, dengan terus turunnya anggaran pendidikan dari tahun ketahun membuktikan bahwa kebijakan Pemkab, Pemprov maupun Pusat belum memprioritaskan pendidikan. “Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan sektor pendidikan, karena pendidikan merupakan hal yang sangat vital,” katanya.
Wijanarto menambahkan, meski pemerintah mengucurkan anggaran pendidikan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tiap-tiap sekolah, khususnya untuk tingkatan SD. Namun fakta dilapangan masih belum tepat sasaran. Hal itu yang menyebabkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Brebes masih tergolong rendah.