Rabu, 21/07/2010, 13:28:00
Pelatihan Relief to Recovery, Siapkan Rumah Tahan Gempa
SL-SL Gaharu

Sebanyak 31 peserta dari PMI Provinsi se Indonesia saat praktek membangun rumah tahan gempa pada Pelatihan Relief to Recovery (R2R) dan Shelter. (FT: Dokumen Humas PMI Jateng)

Relawan Palang Merah Indinesia (PMI) membangun enam buah rumah hunian tahan gempa dari kayu dan bambu di Pusdiklat PMI Provinsi Jawa Tengah. Rumah tersebut peruntukkannya bagi korban bencana, diikuti 31 peserta dari PMI Provinsi se Indonesia.

Pembuatan rumah itu sebagai bagian dari Pelatihan Relief to Recovery (R2R) dan Shelter yang dilaksanakan Palang Merah Indonesia didukung oleh Australian Red Cross (Palang Merah Australia) dari tanggal 11 sampai 19 Juli 2010.

“Pengalaman yang telah didapat dari pelatihan, bahwa selain fase tanggap darurat bencana PMI juga berperan dalam fase pemulihan seperti yang telah dilaksanakan di Aceh, dimana PMI bersama dengan PNSs memberikan bantuan permanent shelter,” tutur Pengurus Pusat PMI Bidang PB (Penanggulangan Bencana), Letjen (purn) H Sumarsono SH saat menutup pelatihan.

Ditambahkan, di beberapa bencana lainnya PMI juga telah memberikan pelayanan untuk fase recovery, dan tidak hanya berupa shelter saja yang telah diberikan namun juga bentuan pelayanan lainnya yang dibutuhkan dalam masa pemulihan seperti pelayanan kesehatan, psikososial dan pelayanan watsan.

Bill Martenn, Delegasi Palang Merah Australia mengatakan, Relawan yang dilatih diharapkan dapat dimobilisasi kelak bila diperlukan, meskipun berharap tidak ada lagi bencana. Pihaknya juga berharap, pembangunan rumah bambu maupun kayu dapat dikembangkan yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya ditiap-tiap wilayah yang terjadi bencana.

Pelatihan melibatkan pakar ahli, Ir. SupraptoSiswosukarto MSc, pakar Kontruksi UGM Yogyakarta dan Bambang Tri Sukmono staf ahli konstruksi PMI Pusat.

Adam Rakhmadi, peserta dari PMI Provinsi Papua Barat mengungkapkan, pelatihan memberikan pengetahuan bermanfaat baginya saat terlibat dalam pemberian pelayanan pemulihan dini bencana.

(Naskah kiriman: Staf Humas PMI Jawa Tengah, M. Nashir Jamaludin)


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita