Rabu, 07/07/2010, 16:08:00
Kenaikan Tarif Dasar Listrik Membuat Resah Pengusaha
YN-Yerry Novel

Nampak pekerja bubut logam yang perusahaannya terpengaruh dengan naiknya TDL. (FT: Yerry Novel)

PanturaNews (Tegal) – Kenaikan tarip dasar listrik (TDL) yang rencananya sejak 1 Juli 2010 lalu, membuat resah sejumlah pengusaha dan industri di Kota Tegal, Jawa Tengah. Meski sudah ada rencana naik, namun pihak PLN belum mensosialisasikan.

Demikian diungkapkan Ketua Koperasi Industri dan Kerajinan, Tegal Indo, H Fatchudin kepada wartawan, Rabu 07 Juli 2010.

Menurut pengusaha spare part mesin pabrik ini, sebelum TDL naik rekening listriknya dengan daya 10 ribu VA sebanyak Rp 1 juta per bulan. Namun pihaknya tidak tahu pembayaran rekening di bulan Agustus. Karena selama ini, meski sudah ada rencana TDL naik sejak 1 Juli lalu, tetapi belum ada sosialisasi yang jelas dari PLN.

“Saat ini harga jual belum naik, tapi nantinya jika sudah jelas TDL naik, kami pun akan menaikkannya,” terang Fatchudin.

Dikatakannya, sudah dua bulan terkhir, orderannya turun 40 persen. Padahal, TDL belum ada kejelasan kenaikkannya. Meski begitu, beruntung bahan baku tidak ada kenaikkan. Menurutnya, harga scrub cor yang tadinya Rp 4800 per Kg, kini turun menjadi Rp 4100 per Kg nya.

“Akhir-akhir ini, omzet produksi turun antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 300 juta lebih per bulannya,” kata Ketua Koperasi itu yang mengaku memiliki 40 anggota Tegal Indo.

Untuk itu, pihaknya meminta ada penurunan pada suku bunga di Bank, supaya ada keseimbangan dengan kenaikkan TDL. Sebab akan berpengaruh besar pada penjualan dan produksi. Belum lagi akan ada penambahan kredit di Bank.

“Sekarang suku bunga di Kospin Jasa 18 persen, sedangkan di bank konfisional, bisa lebih tinggi lagi dari itu. Kami mengharapkan agar seimbang dengan kenaikan TDL. Sebab kalau tidak seperti itu, jumlah kredit kami akan membengkak,” pintanya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita