Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) – Penerimaan siswa baru (PSB) 2010 untuk tingkat SMA/SMK/MA negeri sudah tutup sudah sejak Jumat 02 Juli 2010, Namun masih ada SMA/SMK/MA swasta yang masih membuka PSB, sehingga disinyalir rawan terjadi pungutan liar (pungli) atau sogokan yang dilakukan oknum tertentu. Untuk itu DPRD Kabupaten Brebes diminta untuk mengawasi jalannya PSB.
"Seperti pada PSB tahun sebelumnya, banyak laporan dari wali murid atau warga soal banyaknya oknum yang melakukan pungli. Modus yang dilakukan, oknum tersebut bisa memasukkan siswa pada sekolah tertentu meski nilainya tidak memenuhi standar," kata Ketua Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB), Ismail Fuad saat dikonfirmasi PanturaNews, Sabtu 03 juli 2010.
Menurut Ismail, hal semacam itu sangat merugikan masyarakat, baik para wali murid maupun siswa yang bersangkutan. Sebab, siswa yang tidak memiliki uang dan mempunyai nilai cukup, akan tergeser dengan siswa yang mempunyai uang.
“Praktek-praktek tersebut tidak perlu terjadi dalam PSB kali ini. Pasalnya, akan mencoreng nama baik lembaga pendidikan yang bersangkutan,” harap Ismail.
Sementara dari pantauan PanturaNews, di SMK Pusponegoro Brebes yang kini masih membuka PSB 06 Juli 2010, pihak sekolah tersebut mengatakan tidak ada pungli dalam pelaksanaan PSB kali ini. "Di sekolah kejuruan kami tidak ada pungli. Semua dilakukan dengan transparan
terhadap calon siswa maupun wali murid yang mengantar anaknya mendaftar," ungkap Kepala Sekolah SMK Pusponegoro Brebes, Drs. H. Darno ketika dikonfirmasi diruang kerjanya.
Darno mengatakan, pihak sekolahnya dalam membuka PSB, calon siswa hanya dibebani biaya pendaftaran Rp 30.000. Sementara di SMK swasta lainnya dipungut biaya pendaftaran Rp 50.000. "Kalau untuk biaya daftar ulang bagi calon siswa yang lolos seleksi, hanya dibebani biaya sekitar Rp 1.200.000. Biaya itu menurut kami sangat murah dibandingkan dengan SMK swasta lainnya," ujar Darno didampingi Ketua Panitia PSB, Khaerudin ST.
Ditambahkan Khaerudin, pada PSB tahun sebelumnya maupun sekarang tidak terjadi sogokan dari wali murid/orang tua yang menghendaki agar anaknya bisa diterima di sekolahnya, meski sekolahnya yang memiliki empat jurusan, yakni otomotif, arsiktek, teknik elektro dan akuntansi ini adalah sekolah kejuruan swasta.