Senin, 28/06/2010, 13:21:00
Menghadapi Cili, Brasil Turunkan Semua Pemain Bintang
SL-SL Gaharu

Kaka (Brasil) - Humberto Souza (Cili)

Di Piala Dunia, Cili dua kali dikalahkan Brasil. Pertama di semifinal Piala Dunia 1962, atau saat menjadi tuan rumah, dengan skor 4-2. Kedua di babak kedua Piala Dunia 1998 di Prancis, dengan skor 4-1. Cili selalu rendah diri di hadapan Brasil. Dalam lima tahun terakhir, Cili tujuh kali berturutan dikalahkan Brasil, dengan kebobolan 26 gol.

Menghadapi Cili di babak 16 Besar Piala Dunia 2010 di Ellis Park, Johannesburg, Senin 28 Juni 2010 pukul 18.30 waktu setempat atau Selasa 29 Juni 2010 pukul 01.30 WIB, Brasil menurunkan semua pemain bintangnya. Sementara Cili kehilangan dua defender reguler.

Tujuh kekalahan beruntun Cili atas Brasil dimulai di penyisihan grup Copa America 2004, dengan 1-0. Lalu diikuti kekalahan 5-0 di kualifikasi Piala Dunia pada tahun berikut. Dua tahun kemudian kalah lagi 4-0 dalam laga persahabatan, lalu dipecundangi 3-0 dan 6-1 di babak penyisihan grup dan perempat final Copa Amerika. Kekalahan terakhir mengakibatkan kejatuhan pelatih Nelson Acosta.

Marcelo Bielsa merevolusi Cili pasca kepergian Acosta. Pelatih Argentina itu mengubah Cili dari salah satu tim terburuk menjadi salah satu yang terbaik di Amerika Latin. Di kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Latin, Cili berada di posisi kedua dengan satu angka di bawah Brasil. Mereka mampu mengalahkan semua kekuatan Amerika Latin, kecuali Brasil.

Permainan Brasil berkembang ketika menghadapi tim-tim yang bermain menyerang, dan Cili berpotensi menjadi mangsa mudah dimamah. Cili memiliki kecepatan, mampu menyerang, tapi kesulitan memobilisasi lini belakangnya saat diserang. Brasil dominan secara fisik dan skill, bermain dengan antusiasme tinggi. Mereka selalu tahu cara mengeksploitasi kelemahan di lini belakang lawan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Cili akan bermain tanpa dua defender regulernya; Gary Medel dan Waldo Ponce yang terkena hukuman. Bielsa juga harus memutuskan apakah akan menurunkan Humberto Suazo yang belum fit seratus persen, untuk mendampingi Jorge Valdivia di lini depan.

Brasil diragukan menurunkan Felipe Melo, tapi Dunga tidak terlalu gundah. Brasil tak kekurangan pemain gelandang. Elano telah sembuh dari cedera engkel, dan akan kembali mengisi lini tengan setelah absen saat Brasil ditahan Portugal. Kaka juga telah bebas dari masa hukuman, dan akan diturunkan.

Brasil adalah tim hebat, tapi kerap mengeluh ketika lawan bermain tak sesuai keinginannya. Mereka seolah lupa betapa setiap tim memiliki pilihan strategi untuk menghadapinya, dan tidak ada tim yang memanjakan lawan. Kini, Brasil berharap Bielsa tidak mengingkari naluri alamiahnya, dengan mengubah Cili dari tim yang memainkan sepakbola menyerang menjadi bertahan.

Situasi Brasil: Kaka, yang terkena kartu merah saat laga melawan Pantai Gading, kembali bermain. Elano cukup fit untuk main sejak menit pertama. Robinho diharapkan membuat lini tengah Brasil lebih kreatif.

Prakiraan Susunan Pemain: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Juan, Michel Bastos; Gilberto Silva, Felipe Melo; Elano, Kaka, Robinho; Luis Fabiano.

Situasi Cili: Lini belakang tanpa Pitbull, julukan Gary Medel, akibat akumulasi kartu kuning. Waldo Ponce juga akan absen dengan alasan sama. Satu lainnya adalah Marco Estrada. Lini depan Cili juga bermasalah. Pelatih Marcello Bielsa kemungkinan berjudi dengan menurunkan Humberto Souza.

Prakiraan Susunan Pemain: Bravo; Jara, Fuentes, Contreras; Vidal, Carmona, Isla; Fernandez; Sanchez, Suazo, Beausejour.

Prediksi: Castrol World Cup Match Predictor memberikan kemungkinan Brasil memeanngkan laga 78 persen. Alasannya sederhana, Cili selalu gugup menghadapi tim-tim besar. Itu terlihat saat bertemu Spanyol di laga terakhir penyisihan grup. Meski demikian tidak ada yang tidak mungkin bagi siapa pun untuk mengalahkan Brasil, termasuk Cili. Brasil 3-1 Cili. (Sumber: goal.com/fifa.com)


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita