Asamoah Gyan (Ghana) – Jozy Altidore (Amerika Serikat)
Amerika Serikat (AS) menjuara Grup C dengan mendepak Aljazair. Mereka berpotensi membuat seisi Benua Hitam menitikan air, jika menyingkirkan Ghana pada laga babak kedua 16 Besar Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg, Sabtu 26 Juni 2010 pukul 18.30 waktu setempat, atau Minggu 27 Juni 2010 pukul 01.30 WIB.
Black Stars, julukan Ghana, adalah tim beruntung. Mereka lolos ke babak kedua sebagai runner up Grup D berkat unggul selisih gol atas Australia. Ghana menjadi satu-satunya tim yang tak mampu mencetak gol dari open play. Dua gol Ghana dibuat Asamoah Gyan dari titik penalti.
Pelatih AS, Bob Bradley dan skuad tak kenal lelahnya akan bermain dengan semangat balas dendam saat menghadapi Ghana. Ghana yakin seluruh publik Afrika berdoa untuk mereka, dan para dukun semua suku di Benua Hitam mengelar upacara memanggil arwah untuk membantu satu-satunya wakil Afrika yang tersisa.
AS punya sejarah di Piala Dunia. Mereka mencapai perempat final di tahun 2002. Di tahun 1930, mereka mencapai semifinal, sebelum dikalahkan Argentina. Empat tahun lalu, AS berambisi mengulang pencapaian 2002, tapi Ghana mengalahkan mereka 2-1 di Nuernberg. AS gagal melangkah ke babak kedua. Oguchi Onyewu, Steve Cherundolo, Clint Dempsey, DaMarcus Beasley, dan
Landon Donovan, masih mengenang kekalahan mengenaskan itu. Mereka ingin mengapus kenangan buruk itu, dan mengulang sukses Piala Dunia 2002. Bob Bradley ingin balas dendam. "Kami telah mempersiapkan segalanya. Kami menyaksikan semua laga Ghana untuk mengetahui kelemahan mereka," ujar Bradley.
Milovan Rajevac, pelatih Ghana, mengimbau seluruh penduduk Afrika agar berada di belakang Black Stars. Menurutnya, Ghana kini tidak lagi membawa nama negara, tapi kehormatan Afrika. "Saya berharap kami diuntungkan dengan banyak dukungan dari negara-negara Afrika," kata pelatih asal Serbia itu.
Namun Rajevac kesulitan menjawab pertanyaan bagaimana mengatasi tumpulnya lini depan Ghana? Di tiga laga babak penyisihan, Ghana bermain dengan Asamoah Gyan sendirian di depan, tapi lini tengahnya tak kreatif. Akibatnya, Ghana hanya bisa mencetak dua gol di tiga laga. Kedua gol berasal dari eksekusi penalti yang dilakukan Gyan.
Diyakini Ghana masih akan kesulitan mencetak gol open play, karena mereka diperkuat pemain muda tak berpengalaman. Sedangkan AS berpengalaman di Piala Konfederasi, dan masih berintikan pemain yang tampil empat tahun lalu di Jerman.
Situasi Amerika Serikat: Bob Bradley tidak punya masalah dengan cedera pemain. Robbie Findlay telah kembali dari masa hukuman. Centre-back Oguchi Onyewu kemungkinan kembali ke starting line up, menggeser Jonathan Bornstein.
Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Howard, Cherundolo, DeMerit, Onyewu, Bocanegra; Donovan, M. Bradley, Edu, Dempsey; Altidore, Findley
Situasi Ghana: Pelatih Milovan Rajevac diperkirakan tidak akan membuat banyak perubahan. Kalau pun ada, mungkin hanya Dominic Adiyat yang menggantikan Kwadwo Asamoah di lini tengah.
Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Kingson, Pantsil, John Mensah, Addy, Sarpei; Annan, KP Boateng; Tagoe, Adiyiah, Ayew; Gyan
Prediksi: Kedua tim telah melakukan sesuatu yang luar biasa sejauh ini. Sulit memprediksi siapa yang akan lolos ke perempat final. Namun Castrol World Cup Match Predictor memperkirakan kesempatan AS memenangkan laga 46 persen, Ghana 28 persen. Kesempatan seri 26 persen.