Massa saat berorasi di halaman kantor DPRD Brebes, menuntut agar KPK menuntaskan dan menangkap pelaku lain kasus korupsi pengadaan tanah. (FT: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Demo mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus korupsi dan menangkap pelaku selain Bupati Brebes yang diduga terlibat dalam kasus pengadaan tanah senilai Rp 11 miliar, diikuti ribuan warga dari berbagai elemen, Kamis 17 Juni 2010 mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.30 WIB.
Demo besar-besaran dengan turun ke jalan ini, menyebabkan kemacetan jalur pantura Brebes-Tegal hingga tiga jam. Massa yang berjumlah sekitar 3000-an itu, datang menggunakan 50 mobil pick up dan puluhan sepeda motor. Mereka melakukan aksi demo dari Alun-alun menuju Kantor Bupati Brebes. Aksi juga dilanjutkan di Gedung DPRD, Polres dan Kejaksaan Negeri Brebes.
Dari pantauan PanturaNews, dalam aksi tersebut massa membawa sejumlah spanduk bertuliskan agar KPK segera menangkap pelaku korupsi lain yang diduga terlibat dalam kasus korupasi pengadaan tanah pemkab.
Bahkan massa juga membawa keranda dan foto Kades Kaliwlingi, Edi Yulianto berukuran besar. Hal itu sebagai simbol bahwa kades tersebut dianggap warga sudah mati, karena dia sudah tidak dipercaya lagi oleh warganya. Bahkan keranda mayat tersebut diletakan di Mapolres Brebes, karena dianggap lemah dalam memberikan penegakan hukum.
Menurut Koordinator aksi dari LSM Badan Pekerja Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak) Kabupaten Brebes, Darwanto, aksi demo besar-besaran yang dilakukan adalah mendesak kepada KPK agar mengusut tuntas kasus-kasus korupsi di Brebes, khususnya kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pemkab senilai Rp 11 miliar.
"Selain KPK menangkap Bupati Brebes, Indra Kusuma juga pelaku yang lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut segera ditangkap dan dijadikan tersangka baru," kata Darwanto.
Menurutnya, tersangka baru yang harus ditangkap KPK dalam kasus tanah yang merugikan negara Rp 5 miliar ini diantaranya, Wakil Bupati Brebes Agung Widyantoro. Selain itu, mantan pimpinan DPRD Brebes, yakni Abdul Rosyid Syare'i, Nasrudin, dan Suradi Ilham. Selain itu, juga disebutkan bahwa tersangka lain yang diduga terlibat adalah Karsono (mantan Asisten Bupati yang sekarang menjadi anggota DPDR Brebes), Sukirso (mantan panitia anggaran DPRD yang sekarang masih menjabat sebagai anggota DPRD Brebes).
Sementara Koordinator Divisi Advokasi LSM Gebrak Brebes, Agus Supriyanto ketika dikonfirmasi mengatakan aksi demo tersebut juga mendesak Pemkab Brebes agar oknum Kepala Desa (Kades) Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Edi Yulianto segera dinonaktifkan dari jabatannya. Edi diduga telah melakukan korupsi ADD tahun 2009. Warga menilai langkah Pemkab dalam memberikan sanksi kepada oknum kades itu lamban.
Sedangkan Asih, warga Kaliwlingi mengatakan aksi massa yang diikuti oleh ribuan warga dari berbagai elemen, baik LSM Gebrak, PMII, KPMDB dan Paguyuban Warga Pandansari dan Kaliwlingi ini, juga disertai dengan surat peryataan dukungan yang telah ditandatangani oleh Pemkab, Pimpinan DPRD dan Kejaksaan Negeri Brebes untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi di Brebes yang hingga kini belum terselesaikan. Termasuk surat pernyataan dukungan agar Kades Kaliwlingi segera diberi sanksi tegas dan diproses secara hukum. Demo baru selesai pukul 14.30 WIB.