Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Kunjungan kerja (Kunker) anggota DPRD Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ke Batam mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, baik aktivis maupun masyarakat. Betapa tidak, karena saat kunker ke Kalimantan beberapa waktu lalu, masyarakat belum tahu hasilnya, kini sudah plesiran lagi ke Batam.
Padahal begitu banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselaikan, seperti persoalan pembentukan pansus hak angket makelar jabatan (Marjab), pengadaan tanah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes senilai Rp 11 Miliar dan persoalan Edi Yulianto yang diduga meyalahgunakan wewenangnya sebagai Kepala Desa (Kades) Kaliwlingi.
Menurut Agus Supriyanto, salah seorang aktivis kepada PanturaNews, Rabu 26 Mei 2010, terkait kunker anggota dewan ke Batam, bahwa bagaimanapun juga dewan harus menjelaskan ke publik tentang hasil kunkernya, karena banyak uang rakyat yang dihabiskan untuk itu.
Ia berharap kedepan anggota DPRD lebih peka terhadap berbagai persoalan rakyat, sebelum rakyat yang akan mengingatkan dengan caranya sendiri. Agus mencontohkan, persoalan Desa Kaliwlingi merupakan sala satu persoalan yang harus mendapat perhatian serius dari kalangan anggota dewan
Sementara aktivis lain Karno Roso, mengatakan dirinya menilai kinerja anggota DPRD Brebes kerjanya hanya duduk, dengar, duit dan jalan-jalan. Hanya 10 persen saja untuk memikirkan rakyat. Selama ini mereka kerjanya hanya menunggu bola dari masyarakat.
"Saya angkat topi jika ada anggota DPRD yang memikirkan rakyat dan cepat tanggap terhadap nasib rakyat Brebes,” katanya.
Untuk itu, Karno Roso merasa pesimis terhadap kinerja anggota DPRD Brebes sekarang. Karena menyelesaikan persoalan kecil seperti makelar jabatan (Marjab) dan yang lainnya, mereka tidak bisa mengambil peran dengan cepat dan transparan. Meski begitu, pihaknya sebagai rakyat akan tetap mengawal kinerja DPRD dalam meyelesaikan segala persoalan yang ada di Kabupaten Brebes.
Terkait dengan kunker DPRD ke Batam, diharapkan kedepan kunker lebih melihat prioritas tempat dan kondisi daerah yang lebih dari Brebes. “Bukan jauh tempatnya tapi daerah yang dikunjungi malah lebih baik dari Kabupaten Brebes,” tandasnya.