Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mencatat selama kurun waktu tiga bulan sejak Januari hingga Maret 2017 ini, jumlah korban yang terkena kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) meningkat, bahkan 1 warga diketahui meninggal dunia (MD).
"Sejak Januari hingga Maret 2017 ini, tercatat ada sebanyak 101 warga yang terserang DBD, dan satu warga meninggal dunia," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Brebes dr Sri Gunadi Parwoko, kemarin.
Namun demikian, jumlah warga yang terserang kasus DBD pada 2017 ini menurun , jika dibandingkan pada tiga bulan pertama tahun 2016.
"Tiga bulan pertama tahun 2016 lalu, jumlah korban DBD mencapai 215 korban yang terserang DBD dengan 6 penderita di antaranya meninggal dunia.
Sedangkan tiga bulan pertama tahun 2017 ini jumlahnya 101 korban dan 1 korban diantaranya meninggal dunia. Jadinya, jumlahnya menurun," terangnya.
Untuk terus mengantisipasi atau mencegah kasus DBD di Kabupaten Brebes, pihaknya akan melakukan terobosan, yakni membuat program gerakan ketuk pintu. Program ini akan menerjunkan sedikitnya 8.000 kader kesehatan.
"Termasuk seluruh personel di bidang kesehatan, dari mulai posyandu, puskesmas dan Dinas Kesehatan juga akan kami libatkan," tuturnya.
Para petugas yang diterjunkan itu nantinya bertugas mendatangi rumah warga di lingkungannya dan salah satunya meningatkan terkait upaya gerakan menguras, menutup, dan mengubur (3M).
"Kami berharap melalui program ketuk pintu ini arahnya agar petugas puskesmas atau Dinas Kesehatan tidak hanya duduk di belakang meja, tetapi turun langsung ke lapangan. Begitu datang ke rumah sasaran, petugas mengingatkan apakah bak mandi sudah dikuras, di antaranya seperti itu. Kami berharap ini akan semakin menekan jumlah penderita DBD," tandasnya.