Peserta Diklat Kokam PCPM Larangan semangat mengikuti kegiatan dan arahan dari pelatihnya (Foto: Lukman H/Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sukses menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).
Diklat yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu 18-19 Maret 2017 itu berlangsung di gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Larangan dengan diikuti 52 peserta.
Ketua PCPM Larangan, Teguh Riyanto SPd mengatakan, Diklat Kokam merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh PCPM. Diklat dilatar belakangi oleh kebangkitan KOKAM saat adanya kasus Siyono dan terjadinya banyak bencana, sehingga kader KOKAM sangat dibutuhkan untuk membantu bencana.
"Selain itu juga ada beberapa kasus Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang diklaim bukan milik Muhammadiyah. Sehingga Kokam harus ikut turun untuk menjaga AUM lebih dari itu agar kader Muhammadiyah siap diperlukan kapan pun oleh persyarikatan,” terangnya, Senin 20 Maret 2017.
Sementara, panitia kegiatan Heri Nurjono mengungkapkan, kegiatan terlaksana berkat dukungan para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu membiayai kegiatan sehingga berjalan lancar dan sukses. Seluruh peserta tidak dikenai biaya, segala fasilitas seperti kaos dan konsumsi ditanggung oleh panitia.
"Bahkan setelah diklat, kami akan mengusahakan seragam Kokam untuk dibagikan secara gratis,” ungkapnya.
Salah satu peserta Diklat Kokam, Feri Muktiyani (30) mengaku bangga dan senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Baginya kegiatan Diklat dapat menumbuhkan semangat cinta bela negara dan menguatkan mental dan fisik.
"Selain itu, kami dapat menjalin ikatan tali silaturahmi di antara peserta untuk menyatukan tujuan dan tekad dalam upaya menjaga Amal Usaha Muhammadiyah,” katanya.
Diklat Kokam mendapat dukungan dan bimbingan langsung dari Koramil Larangan. Bahkan materi bela negara langsung disampaikan oleh Dandim Brebes Letkol Infanteri Ahmad Hadi Sugiono. Selain itu juga digembleng oleh Kokam Jawa Tengah dan Muhammadiyah Disaster Mangement Center (MDMC) atau Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Jawa Tengah. (LH)