Kamis, 16/03/2017, 11:41:43
Dana Bantuan KIP Untuk SD Diduga Dipotong
-Laporan Takwo Heriyanto

Ilustrasi

PanturaNews (Brebes) - Sejumlah wali murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Lembarawa, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluh kepada pihak sekolah, lantaran bantuan dana yang di dapat dari program kartu Indonesia Pintar (KIP), diduga dipotong.

Pihak sekolah diduga memotong bantuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah bagi siswa-siswi tidak mampu yang digelontorkan oleh Presiden Joko Widodo itu, dengan alasan untuk sumbangan biaya pembangunan jembatan yang ada di depan sekolah tersebut.

Infrormasi yang berhasil dihimpun PanturaNews.Com menyebutkan, meskipun pihak sekolah sudah menggelar rapat bersama wali murid, namun para orang tua siswa-siswi tetap keberatan, karena uang atas bantuan dari Pemerintah Pusat itu kebutuhan sekolah anaknya.

“Saya bersama para orang tua siswa-siswi lainnya tetap keberatan, kalau bantuan dana dari KIP itu dipotong oleh pihak sekolah untuk sumbangan biaya pembangunan jembatan yang ada di depan sekolahnya, meski pihak sekolah sudah menyampaikan melalui rapat,” ujar Musthofa, salah satu orang tua siswa SD Negeri 2 Lembarawa, Kamis 16 Maret 2017.

Menurutnya, besaran bantuan dana KIP yang diberikan Pemerintah Pusat per tahun bervariatif nilainya. Yakni, untuk kelas satu sebesar Rp 225.000 per siswa. Sedangkan untuk kelas dua hingga kelas enam, bantuan yang diterima sebesar Rp 450.000 per siswa.

Kepala sekolah SD Negeri 2 Lembarawa, Aris Siswanto saat dikonfirmasi membantah telah melakukan pemotongan bantuan dana KIP bagi anak-anak didiknya. “Tidak, itu tidak benar. Bantuan dana yang sudah disepakati oleh para orang tua siswa ini sudah saya kembalikan,” aku Aris Siswanto.

Dia menjelaskan, bahwa rencana pembangunan jembatan yang ada di depan sekolahnya itu merupakan usulan dari Kepala Desa setempat. Sebab, pada tahun 2016 lalu, dana untuk perbaikan jembatan tersebut tidak masuk dalam musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes).

“Untuk itu, diusulkan agar perbaikan jembatan tersebut dilakukan oleh sekolah dengan menarik sumbangan kepada orang tua siswa,” terangnya.

Sementara itu, kepala Desa Lembarawa Darkiyan, mengaku karena tidak ingin menimbulkan permasalahan dikemudian hari, pihak sekolah akhirnya mengembalikan uang sumbangan yang telah diberikan para orang tua siswa.

“Dengan dikembalikannya uang sumbangan, pihak sekolah pun akhirnya menunda perbaikan jembatan yang sudah direncanakan sebelumnya,” paparnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita