Forum Rekanan Kabupaten Brebes saat audiensi dengan Sekda Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Puluhan rekanan yang tergabung dalam Forum Rekanan Kabupaten Brebes, mendesak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes agar proyek pembangunan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 yang sudah dikerjakan, untuk bisa secepatnya dibayarkan.
Hal itu mengemuka saat mereka mendatangi Kantor Bupati Brebes, dalam audensi bersama Sekda Pemkab Brebes, Emastoni Ezam di ruang kerjanya, Kamis 16 Maret 2017.
Dalam forum audensi itu, perwakilan rekanan, Sutrisno mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemkab Brebes terkait kejelasan kapan waktunya dana proyek DAK tahun anggaran 2016 dibayarkan.
“Sudah hampir empat bulan lamanya, nasib para rekanan yang mengerjakan proyek DAK terkatung-katung. Pasalnya, hingga hari ini belum ada kejelasan dari Pemkab Brebes kapan proyek yang sudah dikerjakan itu dibayarkan ke rekanan,” ujar Sutrisno.
Menurutnya, ada sekitar 30 rekanan yang belum menerima haknya tersebut. Hal itu, jelas sangat merugikan.
“Bagaimana tidak, kami selalu dikejar-kejar pekerja atau tukang, karena hak mereka juga belum dibayar hingga sekarang. Demikian pula dengan pembayaran bunga bank yang harus dibayarkan setiap bulannya,” ucapnya.
Pihaknya mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang besar, jika haknya itu tak kunjung terbayarkan.
Menyikapi hal itu Sekda Brebes, Emastoni Ezam mengatakan, persoalan belum terbayarkannya hak para rekanan itu, bukan hanya tanggung jawab eksekutif saja, melainkan legislatif juga.
“Jumlah total yang belum terbayarkan untuk para rekanan itu, ada sekitar Rp 28 milyar yang sejatinya dari DAK. Kami bersama rekanan juga berencana akan duduk bersama dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Brebes, untuk bisa menyelesaikan persoalan ini,” tandasnya.