KH Labib Sodiq (berpeci putih) berjalan disela acara Seminar Kebangsaan dan Pembekalan Santri Akhir di Hotel Anggraeni Bumaiyu (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah1 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan Seminar Kebangsaan dan Pembekalan Santri Akhir, Selasa 14 Maret 2017. Seminar yang digelar di Hotel Anggraeni Bumiayu itu menghadirkan pembicara tingkat nasional.
Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1 Benda, KH Labib Sodik mengatakan, santri harus lebih percaya diri dan terus berkiprah untuk bangsa dan negara. Sebab, santri sangat dibutuhkan oleh semua masyarakat, bangsa dan negara.
"Sampai kapan pun atau selamanya masyarakat akan butuh kepada santri," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, santri mempunyai fungsi sebagai penerus para nabi, ulama dan kiai dalam mengemban misi rohmatal lilalamin atau memberi rahmat bagi seluruh alam. Sehingga akan selalu dibutuhkan masyarakat termasuk bangsa dan negara ini sepanjang masa.
"Santri itu dibutuhkan masyarakat sepanjang masa, maka semestinya bangga menjadi santri," kata Labib.
Bahkan, katanya lagi, kiamat tidak akan terjadi atau akan mundur ketika di dunia ini masih ada santri yang selalu menyebut nama Alloh. Sebab, selama nama Allah masih disebut kiamat tidak akan terjadi.
"Itu diantara jasa besar para santri yang selalu menyebut nama Allah," terang Labib.
Labib menambahkan, seminar yang digelar dalam rangka Haflah Akhirus Sanah atau resepsi akhir tahun itu juga mengupas masalah kebangsaan. Persoalan kebangsaan sangat penting bagi santri, mengingat saat ini ada gejala menurunnya rasa kebangsaan di tengah-tengah masyarakat.
"Penurunan rasa kebangsaan ini dapat mengancam keutuhan NKRI," ucap Labib.
Melalui seminar itu, para santri yang akan mengakhiri belajarnya digugah rasa kebangsaannya. Sebab, pendiri bangsa ini adalah para santri dan kiai.
Santri juga digugah untuk meningkatkan kecintaannya terhadap bangsa dan negara. Diantaranya dengan tetap cinta pada produk asli bangsa sendiri.
"Kalau bangsa sendiri bisa dan ada ya jangan menggunakan produk dari luar, itu bukti dari hubbul waton atau cinta tanah air," jelas Labib.
Menjadi santri juga harus bangga dan percaya diri serta tidak minder. Santri hidupnya sudah dijamin dan tidak akan sia-sia. Sudah banyak buktinya, para santri yang sukses sebagai tokoh agama juga tokoh nasional.
"Santri ada yang duduk sebagai pimpinan di MUI tapi juga jadi DPR dan masih banyak lagi," pungkas Labib.
Sebagai pembicara pada kegiatan seminar sehari itu diantaranya, KH Shodiq Suhaemi, Drs H Zainut Tauhid Saadi MSi, DR (HC) H Muhadi Setia Budi, KH Anang Rikza Masyhadi MA, Akbar Zaenudin MM.