Sabtu, 11/03/2017, 11:42:04
Kapolres Resmikan Sentra Pelayanan Terpadu
JOHA-Laporan Johari

Kapolres Tegal Kota menyerahkan tumpeng saat peresmian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Jelang kepindahannya, Kapolres Tegal Kota, AKBP Firman Darmansyah SIK meresmikan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolres Tegal Kota, Sabtu 11 Maret 2017.

Menurutnya, SPKT berfungsi untuk menerima pengaduan masyarakat terkait kriminalitas baik ringan, sedang maupun berat. SPKT juga berfungsi sebagai UGD seperti di rumah sakit, penanganan awal kepolisian. “Ini UGD-nya di kepolisian, silahkan masyarakat lapor kriminalitas kapan saja,” Kata Kapolres Tegal Kota AKBP Firman Darmansyah SIK saat meresmikan SPKT didampingi pihak pemberi hibah, kasat dan kabag.

Diungkapkan, sejak ia bertugas menjadi Kapolres Tegal Kota, ada pemandangan yang kurang sedap yakni SPKT. Menurutnya, SPKT adalah wajah dari Mapolres, masyarkat sebelum masuk ke Mapolres untuk urusan sesuatu tentunya yang pertama melalui SPKT. Untuk itu, SPKT yang lama perlu direhab agar nampak cantik dan megah.

“Kalau Polres yang membangun tentunya tidak ada anggaran, untuk itu Polres menggandeng pihak ketiga yang rela dan ikhlas menghibahkan uangnya untuk merehab SPKT,” ujarnya.

Ditegaskan, anggaran yang digunakan untuk pembangungan SPKT adalah hibah dari pihak ketiga yang tidak mengikat yakni dari H Supandi seorang pengusaha timah nasional dari Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. “Soal anggaran Polres tidak tahu menahu, berapa habisnya, karena ini adalah hibah dari seorang pengusaha yang ikhlas membangunkan SPKT,” tegas Kapolres.

Untuk itu lanjut Kapolres, Polres Tegal Kota mengucapkan terima kasih kepada H Supandi yang telah menghibahkan pembangunan SPKT, dari yang semula kurang bagus menjadi bagus bahkan nampak mewah. Di dalam di dalam ruang SPKT, selain dilengkapi AC juga dilengkapi Panel Data yakni data-data laporan dari masyarakat.

Manajer PT Lut Putra Solder, Sudibyo yang mewakili H Supandi karena berhalangan hadir, mengatakan bos tidak bisa hadir karena sedang ada urusan bisnis. Terkait berapa besarnya anggaran yang telah dihibahkan, dirinya tidak tahu  karena itu urusan pak  H Supandi. “Saya tidak tahu berapa anggarannya, karena itu urusan bos, saya hanya ditugaskan untuk mewakili saja,” kata Sudibyo.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita