Salah seorang staf Dinkominfotik Kabupaten Brebes, Suprapto beri himbauan Anti Hoax.(Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) – Sedikitnya sudah ada tujuh korban dihakimi massa akibat kabar hoax (bohong-red) terkait isu penculikan anak yang berpura pura menjadi gelandangan atau pengemis di wilayah Kabupaten Brebes Jawa Tengah.
Dalam isu yang beredar di media sosial, termasuk facebook disebutkan, pelaku penculikan akan mengambil organ tubuh korban untuk dijual hingga mengakibatkan warga melakukan tindakan anarkis. Korban dipukuli secara beramai ramai hingga nyaris tewas.
Hal itu disampaikan kasi Kehumasan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes Lusiana Indira Isni, atas informasi yang diperoleh dari Polres Brebes, dalam kegiatan sosialisasi Anti Hoax, Kamis 9 Maret 2017.
Sosialisasi yang dilakukan melalui ribuan selebaran kertas dengan dibag-bagikan kepada masyarakat Kabupaten Brebes. Seperti diberikan kepada anak-anak, pelajar, pemuda, maupun orang tua, juga kepada para penjual dan pembeli, termasuk tukang becak, yang mangkal di Pasar Induk Brebes serta tempat umum lainnya.
“Selain menyebarkan selebaran, kami dari Pemkab Brebes juga terus mensosialisasikan melalui media sosial dan siaran radio Sejauh ini, juga tidak ada yang melaporkan anaknya hilang akibat diculik,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengajak masyarakat Kabupaten Brebes untuk melawan hoax atau berita bohong yang tersebar di masyarakat, baik lewat mulut ke mulut maupun lewat media sosial. Pasalnya, hoax bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan korban jiwa kalau tidak bisa menyikapinya secara bijak.
Demikian disampaikan Idza Priyanti saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan berita hoax di Pendopo Bupati Brebes, Rabu 8 Maret 2017, yang dihadiri jajaran Forkopimda, Kominda dan OPD terkait.
Idza mengaku prihatin dengan berita yang tersebar adanya penculikan anak-anak kecil oleh orang yang pura-pura gila. Sehingga masyarakat sampai termakan isu yang menjadikan orang gila menjadi kurban.
“Jangan sampai ada kejadian lain yang menimpa orang gila. Ayo, kita amankan baik gelandangan maupun orang gila,” tegas Idza.
Bupati dua periode ini mengajak kepada masyarakat untuk menggiatkan siskamling demi keamanan masyarakat, tapi jangan main hakim sendiri.
Dia menandaskan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak jelas sumber beritanya.
Brebes, lanjut Idza, harus bebas dari Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT). Kepada Dinas Sosial, Idza memerintahkan agar selalu berkoordinasi dengan daerah lain agar tidak terjadi buang membuang orang dengan gangguan jiwa.
“Langkah aman, harus dititipkan di panti rehabilitasi,” tegasnya.