Kamis, 09/03/2017, 05:45:26
Jalan Longsor Sirampog Mulai Diperbaiki
-Laporan Zaenal Muttaqin

Dua alat berat nampak digunakan untuk perbaikan jalan provinsi ruas Bumiayu-Sirampog yang longsor (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, terus melakukan upaya penanganan darurat pada jalan provinsi ruas Bumiayu-Sirampog-Tuwel, nyaris putus akibat longsor. Tepatnya di Km 117+700 jalur Dukuh Kampungbaru, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Pengamatan PanturaNews.Com, Kamis 09 Maret 2017, nampak dua alat berat jenis exkavator dan tum wales atau slender digunakan untuk penanganan darurat di jalan utama tersebut. Pada bagian yang longsor atau di tebing jalan dipasang bronjong penahan, sementara badan jalan diurug dengan sirtu dan dilakukan pemadatan.

Pengarugan dan pemadatan dilakukan untuk melandaikan badan jalan yang curam. Selain itu sisi utara jalan juga dibuat badan jalan baru sehingga nantinya jalan menjadi dua jalur untuk mengurangi beban jalan agar tidak ambles sekaligus persiapan relokasi.

Perlu diketahui, sebelumnya jalur tersebut nyaris putus akibat longsor, Selasa 14 Februari 2017 lalu. Jalan yang letaknya berbatasan dengan Desa Mendala tersebut mengalami longsor sepanjang 15 meter dan amblas kebawah sedalam 12 meter. Badan jalan dengan selebar tujuh meter itu longsor dan ambles hampir sepertiganya dan pada bagian lainnya juga mengalami retak-retak.

Saat dilakukan pengarugan dan pemadatan, lalu lintas di jalur tersebut sempat ditutup untuk semua kendaraan. Sehingga kendaraan roda terpaksa memalui jalur kampung yang sempit, sementara kendaraan roda empat terpaksa menunggu hingga proses pengarugan selesai.

Anggota DPRD Brebes, Nasikun yang tinggal di Kecamatan Sirampog mengatakan, kondisi jalan di jalur tersebut sudah lama mengalami retak-retak dan akhirnya longsor. Sebelumnya juga sering mengalami ambles dan longsor kecil.

"Jalur Watugambir-Kampungbaru tanahnya labil dan sudah beberapa kali longsor dan retak-retak," katanya.

Kata dia, jalan provinsi tersebut sebaiknya direlokasi ke bagian atas yang tanahnya juga milik Bina Marga Provinsi. Lahan di bagian atas masih cukup dan kuat untuk relokasi jalan.

"Sebaiknya relokasi ke lahan bagian atas, karena di bawah sangat labil," tandas Nasikun.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita