Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, bakal ketiban proyek senilai Rp 190,3 miliar. Pasalnya, Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes–Tegal sepanjang 17,050 Km, akan dibangun pada Juli tahun 2010. Dan akan melewati wilayah Brebes sepanjang 12.385 km. Proyek Jalingkut yang sempat tertunda sekitar lima tahun ini akan menghabiskan dana Rp. 190,3 miliar berasal dari pinjangan Bank Dunia dan APBN.
Demikian disampaikan Wakil Bupati H. Agung Widyantoro, SH Msi, usai sosialisasi Jalingkut di aula kantor kecamatan Wanasari dan Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Senin 17 Mei 2010. Menurutnya, ketatnya persyaratan yang diajukan ke Bank Dunia, yakni mengharuskan menerapkan “green project” dan ramah lingkungan menjadi alasan tertundanya pelaksanaan. Serta penyempurnaan desain proyek yang tidak mengganggu lingkungan.
Agung menegaskan, warga yang terkena proyek Jalingkut sudah mengikhlaskan tanahnya untuk kepentingan umum. Sebagai langkah awal pelaksanaan proyek Jalingkut, Pemkab Brebes beserta Kementrian Pekerjaan Umum Jawa Tengah, pelaksana dan pengawas proyek serta pihak terkait akan melakukan sosialisasi kepada camat, kepala desa dan warga yang tanahnya terkena proyek Jalingkut.
Ditambahkan, untuk tahun 2010, pelaksanaan proyek Jalingkut sepanjang 9,10 km dengan lebar 7 meter atau 2 lajur. Tahun 2010-2011 dilanjutkan dengan penanganan sepanjang 17,05 km. “Sebagai pelaksana proyek Jalingkut Brebes-Tegal ini adalah PT Bumirejo, PT Brantas Abipraya, dengan waktu pelaksanaan diperkirakan 720 hari kalender atau 2 tahun. Adapun konstruksi aspal hotmix dan jembatan beton/ pree cast,” kata Agung.
Sedangkan untuk pintu masuk, di Brebes berada di Desa Klampok, Kecamatan Wanasari dan pintu masuk di Tegal berada di Tegalsari, Kota Tegal. Jalingkut Brebes–Tegal ini akan melewati 8 bentang jembatan dan jembatan yang paling panjang adalah Kali Pemali dengan panjang bentang 130 meter.
Sementara kendala yang dihadapi adalah tanah yang sudah dipatok masih dimanfaatkan warga untuk mencocok tanam dan tambak. Untuk itu, Pihak Pemkab Brebes dan Kementrian Pekerjaan Umum, minta kepada warga yang masih memanfaatkan lahan proyek untuk cocok tanam jangan menanam kembali sejak Senin 17 Mei 2010 ini, bagi yang belum panen akan ditunggu masa panennya.
Agung mengharapkan, dengan keberadaan Jalingkut ini dapat mengurangi kemacetan arus lalu lintas dan masyarakat semakin nyaman. Sebab semua bus dan truk akan dialihkan melewati Jalingkut. Selain itu, warga bisa membuka perekonomian baru, seperti membuka toko di sepanjang jalan. Hal ini juga sekaligus untuk pemerataan pembangunan. "Untuk itu kami minta dukungan semua elemen masyarakat Brebes," harapnya.