Para petani dibantu personil TNI bersihkan saluran irigasi dari endapan lumpur (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Ratusan petani di Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama personil TNI dari Koramil setempat melakukan gotong royong membersihkan saluran irigasi Buaran dari endapan lumpur, Selasa 20 Desember 2016.
Kepala UPT Dinas Pengairan dan Energi sumber Darya Mineral (ESDM) Pemali Hulu, Tasali mengatakan, kegiatan dilakukan untuk memperlancar saluran Buaran irigasi Bendung Congkar yang terhambat oleh sedimentasi atau endapan lumpur.
"Endpan lumpur mengakibatkan saluran menjadi dangkal dan air tidak mengalir secara maksimal ke lahan pertanian," ujarnya saat bersama-sama petani melakukan pembersihan lumpur.
Para petani didukung personil TNI, personil dari UPT Dinas Pengairan ESDM dan juga dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bantarkawung, nampak semangat melakukan pembersihan lumpur yang mengendap sepanjang satu kilometer. Endapan lumpur cukup tebal dan diperkirakan mencapai 1000 meter kubik.
"Endapan cukup tebal, sehingga membutuhkan tenaga yang banyak dan endapan lumpur juga sampah yang mengotori irigasi harus diangkut untuk dibuang ke lokasi pembuangan," katan Tasali.
Pekerjaan pembersihan didukung beberapa bantuan, diantaranya dari Dinas Pengairan dan ESDM Brebes sebesar Rp 6 juta dan juga dari Pemerintah Desa Pangebatan sebesar Rp 1 juta. Selain itu juga batuan dari UPT Pengairan dan ESDM Pemali Hulu, berupa kendaran untuk angkutan membuang lumpur dan peralatan lainnya.
"Semua turun bahu membahu melakukan pembersihan dan bantuan juga cukup banyak dari intansi terkait," tutur Tasali.
Kepala Desa Pangebatan, Irham Farisi mengatakan, saluran Buaran selama ini mengaliri area lahan pertanian padi seluas 250 hektar. Lahan seluas itu meliputi Dukuh Buaran, Sawanga, Karangwungu dan Cilakar. Akibat endapan lumpur yang tebal pada Saluran Irigasi Sekunder itu, lahan pertanian tidak dapat berproduksi secara maksimal.
"Akibat endapan lumpur, irigasi sedalam satu meter hanya tersisa sekitar 20 sentimeter, sehingga aliran air sangat sedikit dan tidak menjangkau seluruh lahan," ungkapnya.
Dikatakan, setahun sebelumnya juga telah dilakukan pembersiahan secara besar-besaran, dan tiap tiga bulan petani juga gotong melakukan pembersihan untuk perawatan. Meski begitu endapan lumpur terus terjadi dan cukup tebal hampir menutup seluruh saluran.
"Tiap tahun dilakukan pengerukan lumpur tapi lumpur terlalu banyak sehingga cepat menutup saluran," kata Irham.
Selanjutnya, untuk perawatan saluran irigasi dari sedimentasi para petani berharap ada pembersihan secara rutin tiap bulan atau tigia bulan. Diharapkan pula ada alat khusus yang dapat membantu saat dilakukan pengerukan.
"Kalau ada semacam beckho kecil untuk melakukan pembersihan, karena dengan tenag petani saja sepertinya tidak maksimal," tandas Irham.