Kamis, 15/12/2016, 06:35:43
Ratusan Warga Ikuti Operasi Bibir Sumbing
-Laporan SL Gaharu

Nampak warga antusias mengikuti operasi bibir sumbing yang digelar Korem 071/Wk (Foto: Didi)

PanturaNews (Banyumas) - Ratusan warga di Eks Karesidenan Banyumas dan Pekalongan, Jawa Tengah, mendatangi Rumah Sakit (RS) Wijayakusuma Purwokerto, untuk melakukan proses scaning atau pemeriksaan operasi bibir sumbing dan langit-langit.

Operasi bibir sumbing dan langit-langit digelar Korem 071/Wk memperingati Hari Juang Kartika Tahun 2016 dan HUT Ke 121 BRI, kerja sama dengan BRI Purwokerto, Yayasan RA. Wiraatmaja, YPP CBL Bandung, Perdami Sido Muncul, Pepsodent dan RS Tk III Wijayakusuma Purwokerto, Kamis 15 Desember 2016.

Humas Yayasan RA. Wiryaatmaja, Angga Raditya Utama menyampaikan target operasi bibir sumbing 200 orang. Pendaftaran pada hari pertama mencapai seratus orang, dan tidak membatasi peserta. Peserta kebanyakan anak usia dini.

Menurutnya, pendaftaran selama dua hari mulai Rabu (14/12) dan Kamis (15/12). Operasi dilakukan pada Jumat 16 dan Sabtu 17 Desember 2016 di RS Tk III Wijayakusuma Purwokerto.

“Ada tahapan-tahapan yang dilaksanakan dalam proses scaning, hal ini guna mengetahui karakteristik kecacatannya serta pengecekan darah stabil atau tidak. Pasien yang akan dioperasi mulai usia tiga bulan, berat badan enam kilo hingga usia 23 tahun. Sedangkan operasi langit-langit dilakukan hingga usia 18 tahun, karena setelah usia 18 tahun tulang sudah keras,” jelas Angga Raditya.

Komandan Koren (Danrem) 071/Wk, Kolonel Inf Suhardi pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini, sebagai wujud kepedulian kita, TNI khususnya Korem 071/Wk membantu kesulitan masyarakat sekelilingnya.

Hal ini, menurut Danrem, sesuai yang disampaikan dalam Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004, dalam OMSP yang salah satunya dalam bentuk operasi bakti TNI pemberian bantuan kemanusiaan.

“Dengan kita peduli terhadap mereka, kita berharap kepercayaan masyarakat terhadap TNI akan semakin tinggi dan terjalin dengan erat. Sehingga TNI bersama-sama komponen bangsa dan elemen masyarakat,dapat bersinergi membangun bangsa,” tuturnya.

Ditegaskan, TNI harus merakyat dan bersikap mengayomi rakyatnya. TNI harus memberikan menjadi contoh yang baik pada masyarakat, rendah hati, peduli dengan lingkungan sekitarnya.

“Sikap yang mengayomi, menjadikan TNI sebagai harapan masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai prajurit Korem 071/Wk yang juga bagian dari masyarakat, keberadaannya harus senantiasa dapat memberikan manfaat dan berguna bagi sesamanya dan lingkungannya. Memberikan rasa aman dan damai, sehingga masyarakat merasa terlindungi dan terayomi dengan kehadiran dan keberadaan prajurit.

“Prajurit juga tidak boleh membangun jarak dengan masyarakat, dan harus berbaur dan menyatu bersama masyarakat. Prajurit harus dapat membantu meringankan beban yang dihadapi masyarakat. Dan prajurit harus peduli, empati dan turut merasakan apa yang dirasakan rakyatnya,” tandas Kolonel Inf Suhardi.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita