Bambang Edi Prabowo atau Kowo menunjukan luka di bagian pelipis mata kanan saat laporan ke Polres (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Bambang Edi Prabowo, diduga dianiaya oleh Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Nuradis.
Penganiayaan tersebut terjadi saat akan berlangsung rapat konsolidasi internal PDI Perjuangan, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Jalan Taman Siswa Brebes, Senin 14 November 2016 sekitar pukul 14.45 WIB.
Akibat penganiyaan itu, Kowo, panggilan akrab Bambang Edi Prabowo yang juga sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes, mengalami luka-luka di bagian pelipis mata kanan.
Atas dugaan penganiayaan itu, Kowo melaporkan kadernya itu (Nuradis-red) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Brebes, dengan harapan bisa diproses secara hukum.
Kowo mengatakan, pihaknya menduga penganiayaan yang dilakukan oleh kadernya itu adalah faktor kesengajaan, bahkan telah direncanakan terlebih dahulu.
"Masa saya lagi duduk santai sambil merokok, tiba-tiba dia (Nuradis-red) langsung menyerang saya begitu saja. Menyerangnya pakai helm. Itu kan jelas sudah direncanakan. Padahal kejadiannya di ruang tamu sebelum rapat konsolidasi internal PDIP dimulai," ujar Kowo saat melaporkan kejadian dugaan penganiayaan dirinya di Ruang SPKT Polres Brebes, Senin 14 November 2016 sore.
Lebih jauh Kowo mengatakan, dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh kadernya terhadap dirinya itu, karena yang bersangkutan dalam kondisi mabuk akibat minuman keras. "Itu saya tidak heran dengan perlakuan dia yang sering mabuk," tuturnya.
Namun demikian, lanjut Kowo, sebelum dugaan penganiayaan terhadap dirinya itu, yang bersangkutan sempat adu mulut dengan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes, Cahrudin, hingga berujung adanya pemukulan oleh Cahrudin terhadap yang bersangkutan (Nuradis).
"Saya tidak tahu ada permasalahan apa antara Nuradis dengan Cahrudin. Tapi yang jelas saya tidak terima dengan pemukulan menggunakan helm yang dilakukan oleh Nuradis terhadap saya. Saya tidak punya masalah apa-apa kok, tiba-tiba dipukul pakai helm begitu saja, sampai luka begini," tutur Kowo.
Nuradis, saat dikonfirmasi membantah jika kedatangannya ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes itu dalam kondisi mabuk. Bahkan, dia mengaku tidak ada unsur kesengajaan atau niatan sama sekali memukul Kowo.
"Saya itu awalnya mau masuk ke dalam ruangan untuk bisa mengikuti rapat konsolidasi internal partainya. Tapi, tiba-tiba di ruang tamu, yang pas kebetulan ada Cahrudin, saya dihalang-halangi karena tidak diperkenankan masuk untuk ikut rapat. Padahal saya Ketua PAC Wanasari.
Disaat itu, saya langsung didorong, bahkan langsung dipukul oleh Cahrudin. Lalu saya mau membalasnya, tapi mengenai Kowo. Jadi, demi Allah saya tidak ada niatan sama sekali melakukan penganiayaan terhadap Kowo," terangnya.
Sementara Cahrudin belum bisa dikonfirmasi. Namun, diperoleh informasi bahwa Polres Brebes saat ini tengah memanggil ketiganya untuk dimintai keterangan atau klarifikasi atas insiden dugaan penganiayaan tersebut.