Kader motivator KIA mengikuti bimbingan admintrasi dan pelaporan pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi PSM dalam penyelamatan ibu hamil dan bayi baru lahir (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Peran Serta Masyarakat (PSM) dalam penyelamatan ibu hamil dan bayi baru lahir di Kecamatan Sirampog, Kamis 20 Oktober 2016.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan setempat itu diikuti oleh para Kepala Desa, kader motivator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), bidan desa dan unsur lintas sektor.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam upaya penurunan angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) saat melahirkan," ujar Kepala Puskesmas Sirampog, Imam Tauchid SKM.
Keberhasilan untuk menurunkan AKI dan AKB tidak lepas dari peran serta masyarakat. Bahkan peran masyarakat menjadi salah satu penentu keberhasilan menurunkan AKI dan AKB.
"Keterlibatan masyarakat sangat menentukan, ketika masyarakat peduli dan terlibat langsung penurunan AKI dan AKB akan efektif," kata Imam.
Sementara itu dalam paparannya, staf bidang Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Brebes, Masdori mengatakan, untuk suksesnya penurunan AKI dan AKB program Desa Siaga harus terus ditingkatkan. Desa Siaga maksudnya desa yang kondisi masyarakatnya memiliki kesiapan sumber daya potensial dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawat daruratan secara mandiri.
"Program Desa Siaga harus ditingkatkan, agar penurunan AKI dan AKB bisa efektif," katanya.
Keberadaan mobil siaga juga akan sangat membantu, sehingga adanya peraturan bupati (Perbup) bahwa melahirkan harus di tempat pelayanan persalinan baik Polindes, Puskesmas ataupun Rumah Sakit, akan terlaksana.
Koordinator Farum Masyarakat Madani (FMM) Peduli Kesehatan Ibu dan Anak Brebes, H Rumono Aswad yang hadir pada kegiatan tersebut juga mengajak semua masyarakat untuk ikut terlibat dan berpearan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. FMM pirhatin dengan masih tingginya AKI dan AKB di Brebes, karenanya dengan keterlibatan semua pihak, utama para tokoh masyarakat dan tokoh agama diharapkan dapat menekan AKI dan AKB.
"FMM secara rutin di beberapa tempat mendorong partisipasi stakeholder untuk bergerak bersama peduli terhadap Ibu hamil.," katanya.
Camat Sirampog, Munaedi SH saat menyampaikan sambutan mengingatkan, urusan mendampingi ibu hamil bukan hanya tenaga kesehatan saja, namun semua pihak bisa ambil bagian berperan didalamnya. Setiap desa sudah ada bidan desa, kader Posyandu dan fasilitas kesehatan, maka tugas pemerintah desa harus dapat memaksimalkan peran mereka.
"Kepala Desa harus bisa memaksimalkan semua fasilitas pendukung, seperti bidan desa, kader Posyandu, Pilindes dan lainnya," tegasnya.
Pada kesempatan kegiatan itu, para kader motivator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) juga mendapatkan bimbingan teknis untuk penyusunan laporan dan administrasi berbasis komputer.