H Rizal Rafli, koordinator tim Buton menunjukkan salah satu fosil purba kepada siswa SMA yang berkunjung (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Puluhan siswa terkagum-kagum saat berkunjung ke tempat penyimpanan fosil situs Bumiayu -Tonjong (Buton) di jalan Ahmad Dahlan Kota Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 20 September 2016.
Puluhan siswa dari yang berasal dari SMA Islam Ta'alumul Huda Bumiayu itu, sengaja datang ke penyimpanan fosil binatang purba untuk mengetahui secara langsung tentang fosil yang sebelumnya dipelajari di sekolah. Dipandu dan diantar guru sejarahnya, Harun, para siswa nampak setengah tidak percaya terhadap adanya ribuan potong fosil itu.
"Ternyata memang ada fosil beneran yang usianya sduah jutaan tahun dan itu ada di Bumiayu," kata Della siswa kelas XII.
Kunjungannya ke situs Buton membuatnya semakin mengerti tentang sejarah. Setelah tahu dari pelajaran sejarah yang diperoleh dari gurunya, dapat langsung melihat fosil itu.
"Tadinya hanya tahu dari pelajaran, tapi sekarang semakin faham dengan melihat sendiri, bahkan sempat memegang-megang fosil dari gajah purba dan juga kuda air," ungkap Della.
Para siswa juga merasa puas dengan adanya penjelasan dari pelestari fosil, H Rafli Rizal yang dengan telaten menjawab semua pertanyaan dari para siswa yang berkunjung.
"Sepertinya cukup puas dengan adanya penjelasan dari pelestari Buton," kata Harusn, guru sejarah di SMA Islam Ta'alumul Huda Bumiayu yang mengantar para siswa berkunjung ke penyimpanan fosil Buton.
Menurut Harun, adanya Situs Buton dengan jumlah fosil yang sangat banyak sangat membantu para siswa dalam belajar sejarah, terutama tentang binatang purba. Selama ini dirinya sulit menggambarkan tentang fosil, hanya bisa menerangkan tapi tidak dapat menunjukkan contohnya.
"Sekarang siswa dapat lihat sendiri fosil itu seperti apa, juga binatang purba seperti Sinomastodon dan lainnya yang usianya lebih dari satu juta tahun dapat dilihat fosilnya," tutur Harun.
Sebagai pengajar sejarah, Harun memberikan apresiasi yang sangat besar pada pelestari fosil Buton. Adanya temuan-temuan fosil itu sangat besar manfaatnya bagi ilmu pengetahuan, juga bagi siswa-siswa yang belajar sejarah.
"Harapan kami dari dunia pendidikan, perlu ada pengembangan dari Pemerintah semisal musium atau upaya pelestarian lainnya," ucap Harun.
Adanya fosil purba Buton akan mengangkat nama daerah yang sebenarnya sudah tercatat di literatur kepurbakalaan. Adanya musium akan menjadikan Bumiayu dan Brebes makin dikenal sebagai wilayah yang sudah ada kehidupan sejak jaman purba.
"Kalau ada pengembangan akan jadi daya tarik sendiri untuk daerah, selain juga bermanfaat bagi ilmu pengetahuan," kata Harun.
Sementara itu, koordinator Tim Buton H Rafli Rizal memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi para siswa untuk berkunjung ke tempat penyimpanan fosil. Bahkan cukup bangga jika ada sekolah yang tertarik dengan fosil untuk memperdalam pengetahuan yang selama ini diperoleh di sekolah.
"Kami terbuka bagi siswa atau sekolah yang ingin tahu tentang fosil situs Buton," katanya.
Diungkapkan, adanya ribuan potong fosil binatang purba di wilayah Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan tonjong, sudah menjadi perhatian dari para ahli kepurbakalaan. Para ahli tersebut telah datang untuk melihatnya dan menyatakan kekagumannya, pada fosil-fosil berumur jutaan tahun yang dikumpulkan oleh tim pelestari fosil situs Buton.
Peneliti dari Sangiran juga pernah datang menilai fosil-fosil Buton lebih jelas, barangnya lebih banyak dan sangat mudah diidentifikasi. Kelebihan itu menjadi kelebihan tersendiri bagi situs Buton sehinga sangat mendesak untuk dikembangkan menjadi semacam museum.
Sebelumnya, peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Drs Gunadi MHum menyatakan, fosil-fosil binatang situs Buton merupakan benda-benda bersejarah yang sangat tinggi nilainya dan perlu dijaga situsnya agar tidak rusak atau hilang.
"Fosil itu usianya jutaan tahun dan perlu dijaga dan dijadikan sebagai daerah cagar budaya," ujarnya saat berkunjung ke tempat penyimpanan ribuan potong fosil itu beberapa waktu lalu.
Pelestarian terhadap situs-situs atau tempat-tempat penemuan fosil itu mendesak untuk dilakukan karena akan berarti bagi ilmu pengetahun. Bahkan nantinya dapat menjadi tempat tujuan para peneliti baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Balai Arkeologi Yogyakarta juga telah melakukan survei terhadap temuan ribuan potongan fosil hewan purba situs Buton tersebut. Survei terhadap temuan fosil hewan purba yang berumur jutaan tahun itu, makin memastikan keasliannya
"Kami melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum meneliti. Kami ingin secepatnya untuk memastikan kondisinya seperti apa dahulu," kata Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, Siswanto MA beberapa waktu lalu.
Temuan beberapa fosil di sekitar aliran sungai yang ada di Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Tonjong sudah dipastikan fosil dari hewan-hewan zaman dahulu dan telah berusia antarara 900 ribu tahun sampai 1,1 juta tahun. Fosil itu di antaranya fosil gajah, rusa, kura-kura darat dan jenis bovid atau beberapa spesies purba.
"Fosil-fosil ini tergolong plestosen tengah atau diperkirakan berumur lebih dari 900 ribu tahun lebih," ujar Siswanto.
Adanya temuan fosil-fosil itu menunjukkan di Bumiayu dan sekitarnya telah menjadi tempat kehidupan makhluk purba. Kondisi itu semakin jelas ketika adanya sumber-sumber kehidupan atau ketersediaan makanan dan kemungkinan juga adanya kehidupan di zaman purba.