Minggu, 04/09/2016, 12:00:47
Empat Tahun, Mbah Tarjo Tidur di Kandang Kambing
-Laporan Takwo Heriyanto

Mbah Tarjo saat mendapat kunjungan dari petugas Polres Brebes di gubuk tempat tinggalnya (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Tinggal di gubug pinggiran bantaran sungai Pemali, Desa Kebogadung, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak membuat Mbah Tarjo, merasa mengeluh, apalagi merasa terkucilkan.

Justru, kakek berusia 72 tahun ini tetap mensyukurinya atas karunia hidup yang dijalaninya selama ini. Meskipun hidup sebatangkara, dan tidur di tempat bekas kandang kambing berukuran 1,5 x 2,5 meter yang kondisinya hampir roboh, namun ia tetap tegar menjalani kehidupan sehari-harinya yang sudah berjalan selama 4 tahun ini.

Jika hujan tiba pun, Mbah Tarjo rela basah karena kondisi bangunannya yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah rapuh. Dari pantuan, memang tempat tinggal yang dihuni oleh Mbah Tarjo ini jauh dari kata layak untuk dihuni.

Sebab, selain tidak ada sarana air bersih dan MCK, juga tidak ada listrik. Namun, untuk penerangan di malam hari, Mbah Tarjo menggunakan lampu petromak/minyak. Sementara untuk urusan air bersih mbah Tarjo harus mengambil air dengan menggunakan ember kecil dari sumur tetangga.

Lantas, bagaimana dengan kebutuhan sehari-harinya untuk bertahan hidup seperti makan dan minum. Kakek yang terbilang sudah cukup tua renta ini terpaksa bekerja serabutan, sesekali menjadi buruh panggul atau membantu tetangga mengerjakan sawah.

Dalam keseharianya untuk sekadar bisa makan itu, Mbah Tarjo menggunakan tungku dari tumpukan batu bata untuk memasak. Itu kalau nasibnya sedang beruntung. Seringkali Mbah Tarjo makan nasi aking (nasi sisa-sisa yang ia cuci dan dijemur-red). Sering pula Mbah Tarjo mendapat bantuan makanan dari tetangga yang peduli.

Namun, saat tidak ada warga atau tetangga yang memanfaaatkan tenaganya, Mbah Tarjo mengumpulkan dahan dan ranting-ranting kering untuk dijual guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Saya dulu punya seorang istri dan 3 orang anak. Tapi, sudah bercerai dan 2 anak saya meninggal dunia. Harapan satu-satunya tertumpu pada anak bungsu saya. Namun sudah dua tahun belakangan tidak ada kabar beritanya, sehingga saya sendirian dan menjalani kehidupan sehari-harinya seperti ini" ujar Mbah Tarjo, Sabtu 3 Septemer 2016, saat mendapat bantuan dari Polres Brebes di gubuk tempat tinggalnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita