Khaul Almarhum H Ismail bin Ali Djabidi digelar di Pendopo Bupati Brebes (Foto: Takwo Heryanto)
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj Idza Priyanti SE bercita-cita hanya ingin menjadi anak yang saleha. Menurutnya, kekayaan maupun jabatan hanyalah amanat yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan yang Maha Kuasa.
Dengan menjadi anak yang Saleha, tentu bisa mengemban amanat tersebut karena selain mendapat ridlo dari Allah SWT, juga mendapatkan ridlo dari kedua orang tuanya.
Demikian disampaikan Hj Idza Priyanti saat menyampaikan sambutan Khaul Almarhum Ayahanda, H Ismail bin Ali Djabidi di Pendopo Bupati, Senin 8 Agustus 2016 malam.
Segala yang ada di dunia, kata Idza, bersifat fana. Termasuk kematian pasti datang adanya, tergantung pada kehendak-Nya kapan kita harus berpulang. Bila datang kematian, akan terputuslah segala urusan dunia, kecuali tiga perkara yakni sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doanya anak yang saleh-saleha.
“Saya, pengin jadi anak yang saleha agar tak putus doanya kepada kedua orang tua, meskipun Ayahanda telah tiada,” ucapnya seraya berkaca-kaca.
Idza mengaku belum bisa berbuat banyak untuk membalas budi kepada kedua orang tuanya. Untuk itu, dia juga minta maaf dan memohon bantuan doa kepada ratusan hadirin yang datang pada haul pertama meninggalnya Ayahanda, H Ismail bin Ali Djabidi.
Dalam perjalanan hidupnya, Idza mengutarakan, kalau ayahnya H Ismail merupakan sosok idola keluarga yang telah mendidiknya dengan sekuat tenaga agar menjadi pribadi-pribadi yang mandiri, disiplin, ulet, taat beribadah dan menjadi pekerja keras. Kenangan lama semasa masih kecil itu, menjadi spirit bagi keluarga besarnya untuk berbuat yang terbaik demi kemaslahatan masyarakat.
“Kami semua telah dididik untuk menjadi anak-anak yang kuat, dan berguna bagi keluarga, masyarakat, nusa, bangsa, dan agama,” papar Idza. Idza juga menyampaikan terima kasih atas sumbangsih hadirin yang dengan tulus ikhlas membacakan surat yasin dan tahlil serta doa-doa lainya kepada ayahanda.
Atas nama keluarga mengucapkan terima kasih, dan mohon maaf bila dalam penyambutan ataupun suguhannya kurang berkenan. Serta memohon agar keluarganya diberi kekuatan dan keikhlasan untuk melanjutkan perjuangan ayahanda.
“Kami mohon keikhlasannya, semoga langkah dan niatan Bapak, Ibu, Saudara, menjadi amalan saleh,” ucapnya.
Idza menuturkan, kalau Khaul H Ismail juga digelar di Tegal oleh ibunya, Hj Rukayah. “Ibu juga menggelar khaul di rumah dan mushola Pesurungan Tegal,” ucapnya.
Haul dengan agenda Pembacaan Yasin dan Tahlil di Pimpin KH Syaefudin dari Jatirokeh, dan Doa oleh Imam Besar Masjid Agung Brebes, Drs KH Rosyidi.
Seperti diketahui, H. Ismail Bin Ali Djabidi, Ayahanda Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE meninggal di RSI Harapan Anda Kota Tegal, Kamis 6 Agustus 2015, pukul 12.45 dalam usia 74 tahun. Pemakaman dilakukan bada Ashar di makam Mbah Djiwo Pesurungan Tegal.
Almarhum meninggalkan enam orang anak; Hj Sri Sakti Handayani, Dr H Edy Utomo, Hj Idza Priyanti SE, H Ikmal Jaya SE MH, Endang Sri Mulyati dan Mukti Agung Wibowo ST MT.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Brebes H Emastoni Ezam SH MH, Ketua PC NU Kabupaten Brebes KH Athoillah, para Kepala SKPD dan ratusan warga dilingkungan pendopo.