Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Empat hari menjelang Lebaran, seorang pria bernama Sartono (36), warga Dukuh Karangnangka, Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu 02 Juli 2016.
Korban pertama kali diketahui gantung diri oleh adiknya, Masruri (30) yang kaget ketika masuk rumahnya melihat kakaknya sudah tergantung dengan lehernya dengan tambang plastik yang diikatkan di mander blandar rumah, sekira pukul 13.30 WIB.
"Saya masuk rumah mau sembahyang dhuhur, kaget melihat kakak saya tergantung lehernya di ruang tengah," ujarnya.
Saat itu Masruri setengah tidak percaya, tapi kemudian memastikan dengan melihatnya dari dekat. Masruri juga langsung minta tolong pada tetangganya di sekitar rumah.
Korban dibiarkan tergantung sampai datang petugas dari Polsek Paguyangan yang menurunkannya bersama perangkat desa dan warga. Tidak diketahui secara penyebabnya sampai korban nekat mengakhiri hidupnya secara pasti, selama ini lelaki yang telah memiliki tiga anak itu selalu tertutup kalau ada masalah.
"Selama ini tidak pernah cerita sedang ada problem, orangnya kalau ada probelm dipikir sendiri," kata Masruri.
Korban selama ini tinggal bersama tiga anaknya, sementara istrinya sedang bekerja di luar negeri sebagai TKI. Informasi dari keluarganya, beberapa tahun sebelumnya korban juga telah melakukan upaya bunuh diri tapi gagal.
"Kejadian ini yang ketiga kalinya, sebelumnya juga pernah dua kali tapi gagal," ungkap Masruri.
Kapolsek Paguyangan, AKP Eko Sugeng Purwanto SH membenarkan kejadian tesebut. Menurutnya, ketika dilakukan pemeriksaan pada korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan.
"Petugas telah melakukan pemeriksaan, sementara belum ditemukan adanya penganiayaan," katanya.
Korban saat ini telah dimakamkan oleh keluarganya bersama warga sekitar di pemakaman desa setempat.