Kamis, 23/06/2016, 06:52:01
Program Emas Dilanjutkan Emake Sehat Anake Selamet
-Laporan Takwo Heriyanto

Bupati Brebes bahas soal akan melanjutkan program Emas Usaid seusai penutupan di pendopo bupati (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Program peningkatan kesehatan ibu dan anak baru lahir Expanding Maternal and Newborn Survival (Emas) oleh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) telah berakhir. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, melanjutkan dengan mengadopsinya berupa program Emake Sehat Anake Selamet (Ibunya Sehat Ananya Selamat-Red).

Demikian disampaikan Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE saat penutupan program tersebut, di pendopo Bupati Brebes, Kamis 23 Juni 2016.

Program Emas dinilai sangat efektif, karena adanya keterlibatan seluruh unsur masyarakat, pemerintah, pusat kesehatan, bidan dan dokter dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak yang baru lahir.

“Angka Kematian Ibu melahirkan masih cukup tinggi di Brebes, untuk itu Pemkab akan melanjutkan program Emas USAID dengan adopsi berbagai langkah dan tindakan nyata termasuk pembiayaannya,” terang Bupati.

Dengan program Emas, lanjutnya, akan menyelamatkan ribuan ibu melahirkan dan anak yang baru lahir dari kematian. Kematian ibu dan bayi itu disebabkan oleh berbagai hal yang sebenarnya bisa dicegah. Kematian Ibu melahirkan di Kabupaten Brebes tercatat tahun 2014 ada 61 orang, 2015 ada 73 orang dan 2016 hingga Juni 2015 ada 35 orang.

Pemerintah kabupaten, kata Idza, memandang kematian Ibu dan Bayi sebagai kejadian luar biasa sehingga perlu penanganan khusus yang komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder.

“Pemkab termasuk DPRD telah sepakat merencanakan dan menganggarkan APBD yang efektif untuk program penyelamatan Ibu dan Bayi,” tandasnya.

Fasilitas Kesehatan yang mendapatkan intervensi program emas yakni RSUD Brebes dan RS Siti Aisyah Bumiayu. Sedangkan puskesmas meliputi puskesmas Salem, Sirampog, Tonjong, Jatibarang, Ketanggungan, Banjarharjo, Losari, Bojongsari, Kecipir, dan Kluwut.

Seluruh fasilitas kesehatan tersebut, kini tengah melakukan percepatan penurunan kematian Ibu dan Bayi dengan mengoptimalkan sistem rujukan yang efetif dan efisien dalam internal kabupaten maupun lintas daerah. Disamping itu, kualitas pelayanan di Rumah Sakit dan puskesmas terus ditingkatkan. Antara lain dengan menyediakan perawatan berkualitas tinggi pada kegawat daruratan Ibu dan Bayi Baru Lahir.

Anggota Forum Masyarakat Madani Kabupaten Brebes Rumono Aswad berjanji akan terus melakukan pemantauan pelaksanaan program penyelamatan Ibu dan Bayi baik di hilir maupun di hulu. Hal tersebut dilakukan untuk membangun lingkungan yang mendukung gerakan penyelamatan Ibu dan Bayi  Baru Lahir dari tingkat desa sampai kabupaten.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Ny Atikoh Ganjar Pranowo menjelaskan, kematian ibu dan anak menjadi kasus seluruh daerah di Indonesia. Bukan hanya di Jawa Tengah ataupun Brebes. 

Dia memaparkan, untuk menurunkan AKI dan AKB perlu mengutamakan pendekatan di hulu (promotif-preventif). Disampaing itu, pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, poskesdes, kelas ibu, dan lain-lain.

Juga perlunya penguatan UKBM terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan melakukan inovasi dan memperkuat peran lembaga sosial, kemitraan dengan ormas. “Kita harus turun tangan langsung, secara bersama-sama, bergotong royong jangan Cuma melihat apalagi maido (mencibir),” pungkas Atikoh.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita