Tanggul pengaman sungai keruh jebol dan rata kembali setelah diterjang arus deras (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Tanggul pengaman darurat Sungai Keruh di Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jebol diterjang arus deras akibat hujan lebat, Sabtu 18 Juni 2016 sore.
Tanggul pengaman di sisi selatan dengan ukuran tinggi dan lebar tiga meter serta panjang lebih dari 100 meter itu jebol sepanjang 50 meter. Jebolnya tanggul ini mengakibat air sungai melimpas ke sisi selatan yang menjadi banjir bandang yang menerjang saluran irigasi dan Desa Adisana.
Kepala UPTD Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral wilayah Pemali Hulu, Tasali mengatakan, hujan deras di bagian hulu dan hilir mengakibatkan debit sungai naik menjadi 70 meter kubik lebih. Debit yang tinggi dan arus yang sangat deras mengakibatkan tanggul pengaman jebol.
"Debit sungai naik dan arusnya deras mengakibatkan tanggul pengaman darurat jebol," katanya.
Tanggul pengaman darurat sebelumnya dibuat sekitar tiga bulan lebih, setelah terjadi banjir bandang melanda Desa Adisana pada akhir Februari 2016 lalu. Selain dibuat tanggul pengaman juga dilakukan normalisasi pada alur Sungai Keruh tersebut.
"Sekarang tanggul jebol sepanjang 50 meter karena tidak mampu menahan terjangan arus sungai yang sangat deras," ujar Tasali.
Sementara itu, jebolnya tanggul pengaman yang mengakibatkan banjir bandang di Desa Adisana, telah merusak lahan pertanian milik warga seluas lebih dari lima hektar. Jalan desa juga rusak sepanjang 300 meter dan limpasan air disertai lumpur juga sempat menerjang wilayah pemukiman di RW 01 desa tersebut.
"Jalan desa rusak juga lahan pertanian pertanian seluas lima hektar," kata Kepala Desa Adisana, Komarudin.
Menurutnya, saat ini mesti air telah surut warga tetap was-was, mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi. Sementara, perbaikan tanggul darurat tidak dapat dilakukan secara manual dengan tenaga manusia.
"Perbaikan tanggul harus dilakukan secepatnya dengan alat berat, karena warga saat ini merasa terancam kawatir terjadi banjir susulan," ungkap Komarudin.