Jumat, 30/04/2010, 11:32:00
Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan di Bantarkawung
ZM-Zaenal Muttaqin

Peserta pelatihan pengolahan hasil perikanan sedang belajar membelah ikan untuk diolah menjadi aneka macam makanan. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Bantarkawung) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 29 April 2010 siang menggelar pelatihan pengolahan hasil perikanan di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes. Kegiatan yang bertujuan untuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi itu diikuti oleh 25 peserta yang semuanya perempuan dari warga setempat.

Kasi Pengolahan Mutu Hasil Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Brebes, Susianto mengatakan,  peserta pelatihan berasal dari Kelompok Pengolah Ikan Desa Bangbayang. "Warga di Bangbayang ini banyak warga yang menjadi pengusaha pengolahan ikan dan atas permintaan mereka kami memberikan pelatihan," ujarnya.

Selama ini usaha pengolahan ikan hanya satu macam, yakni menjadi pindang. Padahal ikan bisa diolah menjadi berbagai jenis olahan yang nilai ekonomisnya juga lebih tinggi. "Selama ini ikan hanya diolah menjadi pindang, padahal bisa dibuat presto, baso dan lainnya," tutur Susianto yang memimpin pelatihan yang bertempat di Balai Desa itu.

Pada pelatihan selama sehari dan berlangsung di Balai Desa itu, peserta diberi bimbingan cara mengolah ikan menjadi lima macam olahan. Yakni, presto, crispi, dendeng, ikado dan baso. "Untuk pelatihan hari ini kami memberikan pengetahuan lima macam pengolahan ikan," ucap Susianto.

Sementara itu, Kepala Desa Bangbayang, Zaenal Arifin SAg menuturkan, di desanya khususnya Dukuh Bangbayang Hilir banyak warganya yang secara home industri melakukan usaha pengolahan ikan. Pengolahan ikan dilakukan secara tradisional menjadi ikan pindang dengan mendatangkan bahan baku ikan segar dari luar daerah. "Sudah cukup lama usaha pengolahan ikan ada di Bangbayang, tapi secara tradisional," katanya.

Adanya pelatihan yang dilaksanakan oleh tim dari Dinas Kelautan dan Perikanan diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan para pengusaha olahn ikan. Jika selama ini hanya bisa membuat pindang, nanti pengusaha itu bisa mengolah ikan menjadi presto, baso, ikado atau lainnya. "Kalau bisa mengolah menjadi ikan presto atau lainnya yang harga jualnya lebih tinggi nantinya akan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraannya juga akan meningkat," tandas Arifin.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita