Jumat, 27/05/2016, 04:19:00
Bazar Murah, Alternatif Warga Belanja Kebutuhan Pokok
-Laporan SL Gaharu

Warga menyerbu belanja di bazaar murah yang diadakan Persit KCK Cabang XXII Dim 0712/Tegal (Foto: Pendim Tegal)

PanturaNews (Tegal) - Pada pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke-96 tahun 2016  di Wilayah Kodim 0712/Tegal, di Desa Kepunduhan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, digelar berbagai kegiatan sosial.

“Kegiatan sosial yang dilaksanakan di TMMD diantaranya pengobatan gratis, bazar murah, pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM), donor darah yang digelar di lapangan SD Negeri 02 Kepunduhan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Kamis lalu.

Pada kegiatan non fisik TMMD Reguler ke-96, Persit Kodim 0712/Tegal membuka bazar murah untuk mendukung tugas pelaksanaan TMMD ini. Bazar murah yang diperuntukan bagi masyarakat yang berada di sekitar Desa Kepunduhan yang menjadi sasaran lokasi TMMD.

“Bazar murah yang diselenggarakan oleh anggota Persit Kodim Tegal ini, merupakan upaya membantu masyarakat sekitar Desa Kepunduhan yang ingin berbelanja sembako, maupun kebutuhan pokok lainnya dalam memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok dengan harga murah. Dengan begitu, mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan hati yang senang,” kata Ketua Persit KCK Cabang XXII Dim 0712/Tegal, Ny Dila Hari Santoso.

Dijelaskan, sembako dan barang-barang kebutuhan lain yang didagangkan di bazaar murah, disediakan oleh Persit dan Koperasi yang dimiliki Kodim 0712/Tegal. Selain itu, Ibu-ibu PKK Kecamatan Kramat, ikut pula berperan serta dan berpartisipasi menjual dagangannya dengan harga dibawah pasar.

Ketua Persit KCK Cabang XXII Dim 0712/Tegal Ny.Dila Hari Santoso mengatakan

Tuntutan pemenuhan akan kebutuhan pokok, lanjut Ny.Dila Hari Santoso, semakin meningkat dan sifatnya harus disediakan setiap hari. Sehingga manakala terjadi kenaikan harga, pasti banyak mempengaruhi kondisi keuangan setiap keluarga. Bazar murah yang diadakan Persit Kodim Tegal, menjadi alternative untuk belanja murah.

“Kenaikan harga kebutuhan pokok, mendorong manusia untuk lebih selektif dalam menentukan skala prioritas, dan mencari alternatif harga barang yang lebih terjangkau,” tuturnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita