Ketua DPW Partai Idaman Jawa Tengah, H. Soleh Akbar.
PanturaNews (Semarang) - Memang tidak mudah bagi orang untuk mau terjun berkiprah di dunia politik, kecuali dengan satu keyakinan. Setidaknya itu yang terjadi pada H. Soleh Akbar yang boleh dikata memiliki segudang pengalaman dan pengamatan terhadap kehidupan partai politik di tanah air.
Tidak lama-lama, begitu tongkat komando H Rhoma Irama sebagai Ketua Umum DPP Partai Idaman (Partai Islam Damai Aman) memintanya terjun bebas ke dunia politik bersama kader-kader lainnya, maka dengan yakin dilakukan babat alas membangun jaringan mewujudkan manifesto politik Partai Idaman di semua daerah di Jawa Tengah.
Sejak itu H. Soleh Akbar mengaku lancar pembentukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah, beserta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Idaman hingga ke pelosok wilayah Jawa Tengah. Dia sangat banyak didukung tokoh-tokoh kalangan masyarakat dalam membangun jaringan politik partai.
“Sejak deklarasi Partai Idaman di Jawa Tengah pada akhir Januari 2016, saya terus menjalankan amanah sebagai Ketua DPW Partai Idaman Jawa Tengah. Kami yakini ke depan Partai Islam Damai Aman, dengan manifesto politik yang mencerminkan citra Islam yang rahmatan lil alamin dalam membangun Indonesia yang Pancasilais diidamkan seluruh umat,” kata H. Soleh Akbar belum lama ini usai acara konsolidasi di kantor DPW Partai Idaman di Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah.
Menurutnya, dalam AD-ART Partai Idaman menyatakan bahwa kemunculan ideologi-ideologi dan pemikiran-pemikiran baru, bukan hanya menjadi ancaman bagi akidah Islam, namun juga ancaman bagi keberadaan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Selain itu, semakin terpinggirkannya umat Islam dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Hal-hal itulah yang selama ini meresahkan dan merugikan umat Islam, sehingga tokoh-tokoh Islam berinisiatif mengantisipasi kondisi ini secara politik.
“Itu sebabnya perjuangan politik Partai Idaman dilandasi semangat Islam yang Rahmatan lil Alamin, yang berarti bahwa ajaran Islam memberikan rahmah di berbagai aspek kehidupan bukan hanya pada manusia, namun juga alam semesta. Saya menekankan para kader Partai Idaman Jawa Tengah berkarakter jujur, terbuka, konsisten dan ikhlas. Karena partai Idaman bukan partai menyusui, tetapi partai organik berdasarkan gotong royong kemandirian serta loyalitas berjuang demi Islam dan Indonesia yang Pancasilais, menghargai perbedaan dan pluralitas” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, salah satu wujud Islam yang Rahmatan lil Alamin, adalah diperintahkanNya manusia untuk menjalin hubungan yang baik dan harmonis antar sesama manusia apapun bangsa, budaya dan agamanya.
Tiga kategori, pertama Ukhuwah Islamiyah persatuan umat Islam secara universal, mengingat kondisi umat Islam di Indonesia dengan munculnya berbagai macam pemahaman keislaman. Karena Partai Idaman dengan pemahaman Ahlus sunnah wal jamaah, berkewajiban merekat ukhuwah Islamiyah dengan berbagai pemahaman lainnya dilandasi prinsip dan cara baik yang bijaksana.
Kedua, Ukhuwah Wathoniyah persatuan manusia sebangsa dan setanah air karena Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, budaya dan agama maka Partai Idaman berkewajiban mewujudkan persatuan Indonesia.
Ketiga, Ukhuwah Basyariyah persatuan manusia secara global dan Partai Idaman berkewajiban menjalin persatuan dan kesatuan global, dengan seluruh umat manusia di dunia tanpa membedakan bangsa, budaya dan agama.
Partai Idaman yang dideklarasikan secara nasional pada 1 Muharam 1437 Hijriah bertepatan tanggal 14 Oktober 2015 di Jakarta, telah mempunyai struktur DPW, DPC, PAC hingga ranting di hampir seluruh provinsi di Indonesia. (Laporan: Bambang AS)