Minggu, 01/05/2016, 08:47:03
NU Jatibarang Kidul Gelar Pengajian Lailatul Ijtima
-Laporan SL Gaharu

Lailatul Ijtima NU sekaligus Haul Massal dan Isro Mi’roj, di Musholla Al Fatimah Jatibarang Kidul (Foto: HM)

PanturaNews (Brebes) - Merampungkan program-program kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di akhir kepengurusan, Pengurus Ranting NU Jatibarang Kidul menggelar Lailatul Ijtima NU sekaligus Haul Massal dan Isro Mi’roj, di Musholla Al Fatimah sebelah Barat Kantor Balai Desa Jatibarang Kidul Sabtu 30 April 2016 malam.

Habib Alwi Bin Ahmad Assegaf dalam tausyiahnya menyampaikan, Lailatul Ijtima yang diisi tahlilan adalah perintah Allah agar kita selalu berdzikir kepadaNya. Orang-orang yang dikirimi do’a akan merasa senang, karena mereka disana perlu pertolongan dengan melalui do’a dan dzikir kita yang masih hidup.

“Sedikitnya ada 3 hikmah dalam Isro dan Miroj. Pertama, kita harus selalu wadul kepada Allah. Kedua, kita harus istiqomah. Ketiga, kita harus pandai-pandai memilah dan memilih permasalahan apa saja dalam hidup ini,” urainya.

Dikatakan Rois Syuriah PR NU Jatibarang Kidul Ustadz Miftahudin Efendi, S.Pd.I bahwa Lailatul Ijtima NU adalah malam perkumpulan warga NU untuk mengaji bersama dan melaksanakan amaliyah-amaliyah tradisi NU, agar tahu dan terbiasa sehingga nantinya bisa ditularkan kepada generasi selanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tanfidziyah PR NU Jatiabarang Kidul, Ustadz Akhamd Yusuf Helmy, SH. Menurutnya, Lailatul Ijtima itu adalah program dan produk NU, jadi kalau ada organisasi lain menyelenggarakan Lailatul Ijtima itu berarti palsu.

Lain pula dengan H.Nuryamin, M.Pd  selaku pengurus Musholla Al Fatimah. Dia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga karena dengan acara Lailatul Ijtiam, Haul Massal dan Isro Mi’roj masyarakat di kompleknya bisa mempererat silaturahmi.

Sementara menurut Ustadz Hadi Mulyanto, S.Pd.I.,M.Pd.I  yang hadir untuk GP ANSOR Jatibarang yang didaulat untuk memandu acara tersebut, menyampaikan ada 3 syarat agar sseorang syah menjadi orang NU, pertama Fikroh, Kedua, Amaliyah, Ketiga, Harokah.

Lebih lanjut di jelaskan Hadi, salah satu fikroh NU adalah At Tasammuhiyyah, dimana orang NU harus toleran. Kalau ada orang non muslim baik-baik (kafir dzimmi), maka kita harus baik-baik jangan meneror mereka, jangan jadi teroris.

“Amaliyah artinya tradisi-tradisi dan kebiasaan NU seperti tahlilan, sholawatan,  mauludan, ziyarah kubur dan lain sebaginya harus kita laksanakan. Sedangkan Harokah artinya kita harus ikut pergerakan, walaupun kita belum jadi pengurus NU, Muslimat, GP Ansor, IPNU, IPPNU paling tidak minimal jadi anggotanya,” tuturnya.

Pada acara Lailatul Ijtima NU, Haul Massal dan Isro Mi’roj untuk pembacaan Ayat-Ayat Suci Al Quran dan Sholawat dibawakan oleh Ustadz Musthofa Ismail, S,Pd.I.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita