Rabu, 27/04/2016, 07:21:42
Seskab: Ramadhan, Presiden Minta Harga-Harga Turun
-Laporan Zaenal Muttaqin

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung

PanturaNews (Jakarta) - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga-harga pada saat Ramadhan dan Lebaran nanti, bisa turun. Jokowi menekankan agar para menteri dapat menekan harga-harga komoditas tertentu, seperti daging, minyak dan beras, harga bisa lebih rendah dari sekarang.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, sebagaimana rilis yang disampaikan Seskab yang dipantau PanturaNews.Com, Rabu 27 April 2016. "Pemerintah menyiapkan jauh-jauh hari untuk persiapan Lebaran dengan menggelar Rapat Terbatas pada saat 2,5 bulan sebelum Lebaran," ujarnya.

Menurutnya, harga diturunkan misalnya, daging yang sekarang harganya sekitar Rp 120 ribu per kilogram, Presiden meminta untuk bisa diturunkan pada saat Ramadhan dan Lebaran itu di bawah Rp 80 ribu. Tentunya penurunan harga itu harus ada upaya, terutama bagi birokrasi yang memberikan perizinan di kementerian tertentu. Yang mempersulit izin, memperlama izin, lanjut Seskab, Presiden telah memerintahkan untuk diganti, dicopot.

“Jadi tidak boleh bermain-main dengan hal yang berkaitan dengan ketersediaan untuk masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, dan juga Idul Fitri,” terang Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Selain itu, lanjut Seskab, hal yang berkaitan dengan keamanan, transportasi, kemudian BBM dan energi juga diminta untuk dijaga.

Ia menyebutkan, akan diadakan ratas sekali lagi membahas evaluasi dari persiapan, terutama beberapa komoditas utama, yaitu daging, minyak, harga beras.

“Presiden telah memberikan instruksi diminta harganya lebih rendah dari harga sekarang,” tegas Mas Pram.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution menambahkan, selain beras, daging, dan minyak, ada juga beberapa komoditi lain yang tidak sepenting beras, tetapi sangat banyak digunakan di rumah tangga yang harganya juga agak naik hari-hari ini.

Komoditi itu, kata Darmin, adalah bawang putih, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Itu karena harganya juga sedang meningkat.

“Itu diminta oleh Presiden untuk mulai dikendalikan dan dicarikan jalannya, apakah ini persoalan logistik, apakah ini persoalan pasokannya yang betul-betul kurang, itu harus dicari jalan untuk mengatasinya,” kata Darmin.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita