Tanaman bawang merah dan padi terendam air
PanturaNews (Brebes) – Puluhan hektar tanaman bawang merah di Desa Kedungtukang dan Buaran Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Jawa Tengah, terancam gagal panen menyusul meluapnya Sungai Pemali. Akibatnya, petani bawang mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Hadi (46) petani asal Desa Kedungtukang, ketika dikonfirmasi PanturaNews, Sabtu 24 April 2010, mengatakan, tanaman bawang merahnya yang baru berumur 35-45 hari terandam bajir akibat rusaknya tanggul tanggul Sungai Pemali dan air meluap ke sawah.
Menurutnya, di desanya ada sekitar 5 hektar tanaman bawang merah yang baru berumur antara 35-45 hari yang terendam banjir. Selain itu, puluhan hektar tanaman bawang yang usianya lebih dari itu juga banyak yang terendam banjir. “Kalau gagal panen, petani pastinya akan mengalami kerugian ratusan juta rupiah,” kata Hadi.
Hal senada juga diungkapkan Komar (40), petani bawang asal Desa Buaran, yang tanaman bawang merahnya terendam banjir. Ketinggian air di persawahan mencapai 1 meter.
“Kalau hujan turun terus-menerus, saya dan petani lainnya takut akan mengalami gagal panen dan kerugiannya tidak sedikit,” ujarnya.
Hasil pantauan PanturaNews, ratusan hektar tanaman bawang dan padi di Desa Ketanggungan Kecamatan Ketanggungan, Kedawung Kecamatan Tanjung, Limbangan Kecamatan Kersana dan Desa Kersana juga terendam banjir setinggi 1 meter. 4 desa di 3 kecamatan tersebut terandam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Babakan Kecamatan Ketanggungan, Jumat 23 April 2010 kemarin. Meski, banjir sudah mulai surut, namun petani di 4 desa tersebut sangat khawatir akan terjadi jebolnya tanggul susulan di Sungai Babakan, sehingga takut tanaman bawang dan padi akan mengalami gagal panen.