Salah satu titik kerusakan akibat banjair bandang di Desa Adisana (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Lahan dan infrastruktur pertanain di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaen Brebes, Jawa Tengah, rusak parah akibat banjir bandang yang melanda di desa tersebut.
Pj Kepala Desa (Kades) Adisana, Ahmad Yani mengatakan, lahan pertanian yang rusak total sebanyak 10 hektar (Ha). Sementara yang terancam tidak dapat teraliri air irigasi akibat bencana itu mencapai 22 Ha lebih.
"Akibat banjir bandang pada Jumat kemarin mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, ada yang rusak parah dan ada yang terancam tidak teraliri air irigasi," ujarnya kepada PanturaNews.Com, Sabtu 27 Februari 2016.
Menurutnya, banjir bandang akibat luapan sungai Keruh merusak saluran irigasi Bulakan sekunder dan juga tersier. Selain itu di Desa Penggarutan lahan seluas 16 Ha tidak dapat teraliri air akibat rusaknya peristiwa banjir bandang tersebut.
"Desa Penggarutan yang ada di seberang sungai Keruh juga tidak dapat teraliri irigasi lagi," kata Yani.
Dikatakan, kerusakan terparah di ahan pertanian dan saluran irigasi. Sementara jalan kabupaten yang merupakan jalan utama di Desa Adisana juga mengalami kerusakan. Jaringan pipa air bersih PDAM Unit IKK Bumiayu juga putus dihantam banjir.
"Jalan juga rusak, lapisan aspal terkelupas dan drainase sebagian rusak diterjang banjir," ungkap Yani.
Diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang Desa Adisana, pada Jumat 26 Februari 2016. Tepatnya, di Dukuh Krajan dan air yang mengalir cukup deras itu, merendam jalan dan sebagian pemukiman warga di RT 03, 04,05, 06, 07 dan RT 09 di RW 01.
Banjir bandang melanda mulai pukul 16.00 WIB setelah terjadi hujan deras yang turun sejak siang hari. Luapan air dengan arus yang deras setinggi lutut hingga pinggang orang dewas itu, menerjang area pesawahan dan juga jalan utama hampir sepanjang satu kilometer lebih.
Beberapa rumah warga juga ada yang terkena limpasan banjir itu, dan beberapa tonggak kayu juga nampak terbawa arus dan menyangkut pinggiran jalan.
Banjir bandang terjadi akibat sungai Keruh yang letaknya tak jauh dari desa tersebut meluap. Titik luapan air berada di blok Desa Penggarutan. Pada titik tersebut alur sungai berpindah, karena terjadi pendangkalan oleh timbunan batu, pasir dan material sungai lainnya.
Bandang pada sore itu yang kedua kalinya. Sebelumnya atau pada hari Rabu 24 Februari 2016, juga terjadi banjir bandang dan merendam wilayah tersebut.
Pada Sabtu 27 Februari 2016 warga dibantu oleh personil dari Koramil Bumiayu, Polsek Bumiayu dan juga dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, melakukan kerja bhakti membersihkan sisa material yang dibawa oleh banjir.
Camat Bumiayu, Urip Rosidik dan Sekcam Eko Purwanto, nampak meninjau ke lokasi melihat langsung kondisi warga, sekaligus menyemangati warga melakukan kerja bhakti.
Kepala BPBD Brebes, Satibi meninjau ke lokasi untuk melihat kondisi kerusakan untuk mengupayakan penanganan selajutnya. Kepada warga juga diingatkan untuk selalu waspada, karena banjir susulan bisa terjadi jika hujan deras lagi.