ILUSTRASI
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep merupakan pendekatan proses belajar mengajar yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu ini anak-anak diajak untuk memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkan dengan konsep lain yang sudah mereka pelajari.
Pada dasarnya pembelajaran terpadu dimaksudkan sebagai suatu kegiatan belajar mengajar (KBM), dengan memadukan materi beberapa mata pelajaran dalam suatu tema. Misalnya temateknologi, komunikasi, kesehatan. Hakekat pembelajaran terpadu merupakan suatu system pembelajaran yang memungkinkan siswa (secara individu atau kelompok) aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan autentik.
Dalam pengembangan pembelajaran terpadu di sekolah dasar ada beberapa hal yang mendasari, yaitu: 1) Sesuai dengan penghayatan dunia kehidupan anak yang bersifat holistik; 2) Sesuai dengan pengaitan mata pelajaran-mata pelajaran di sekolah dasar, sehingga mampu membuahkan penguasaan isi pembelajaran secara utuh; 3) Idealisasi pelaksanaan kurikulum 1994 yang selayaknya dikembangkan secara integrative.
Pelaksanaan pembelajaran terpadu di sekolah mempunyai tiga sasaran utama, yaitu: Keterpaduan materi pengajaran, keterpaduan prosedur penyampaian, dan keterpaduan pengalaman belajar. Keterpaduan materi pelajaran merupakan suatu pendekatan atau bentuk organisasi materi pelajaran sebagai suatu stimulus yang akan dipelajari siswa.
Keterpaduan materi ini dapat dilaksanakan pada intra maupun lintas matapelajaran. Proses belajar mengajar bukan sekedar menyampaikan informasi atau siswa sebagai penerima saja. Mereka harus benar-benar terlibat dalam setiapkegiatan pembelajaran. Pembelajaran lebih diarahkan pada proses pemberian bantuan, agar siswa mampu belajar untuk mengolah informasi secara maksimal.
Guru sebagaifasi- litator harus dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi terciptanya pembelajaran yang aktif dan kreatif. Dalam karakteristik pembelajaran terpadu, guru memiliki banyak peluang untuk menggunakan multi metode dan multimedia pembelajaran, sehingga anak akan terbiasa dalam situasi yang mendasar atau situasi problematis, yang memungkinkan pendekatan problem solving digunakan secara optimal. Keterpaduan pengalaman belajar merupakan konsekuensi logis dari keterpaduan materi dan keterpaduan penyajian yang dilakukan guru. Hasil belajar siswa harus terbentuk dalam suatu akumulasi total.
Hasil belajar bukan hanya ditandai oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap secara sempit, akan tetapi harus menyangkut fungsi dan ke bermaknaan dari pengalaman belajar. Artinya siswa harus dapat memanfaatkan pengalaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Konsekuensi perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar, siswa harus tercermin dalam pola pikir, cara bertindak dan bentuk prilaku lain dalam menyikapi permasalahan yang muncul di sekitar kehidupan siswa. Hal ini dapat terwujud bila siswa terbiasa mengorganisasikan pengalaman belajar melalui pemahaman yang fungsional. Oleh karena itu pengalaman belajar selalu mengadakan kaitan-kaitan.
Konseptual dengan dunia nyata sehingga membantu kebermaknaan belajar siswa. Dari ketiga unsure tersebut di atas dapat dikatakan bahwa pembelajaran terpadu, pada dasarnya merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di sekolahdasar, terutama dalam pemahaman dan penjelajahan kurikulum yang sering terjadi dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Pembelajaran terpadu memiliki beberapa karakteristik, yaitu: a) berpusat pada anak; b) memberikan pengalaman langsung kepada anak; c) tak ada pemisahan antar matapelajaran yang jelas; d) menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran dalam suatu proses pembelajaran; e) bersifatluwes; f) mengembangkan hasil pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
Pembelajaran terpadu memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kelebihan tersebut antara lain adalah: 1) pengalaman dan kegiatan belajar anak relevan dengan tingkat perkembangan anak; 2) kegiatan yang dipilih sesuai dengan dan bertolak dari minat dan kebutuhananak; 3) seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi anak sehingga hasil belajar anak akan dapat bertahan lebih lama; 4) pembelajaran terpadu dapat menumbuhkembangkan ketrampilan berpikir anak; 5) pembelajaran terpadu menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis, sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam lingkungan anak; 6) pembelajaran terpadu dapat menumbuhkan motivasi belajar siswak earah belajar yang dinamis, optimal dan tepat guna; 7) pembelajaran terpad umenumbuh kembangkan sifat social anak seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan sikap respek terhadap gagasan orang lain.
(Mifta Diah Azmi adalah mahasiswa UniversitasMuhammadiyah Cirebon (UMS) Kelas: SD15-A3)