PanturaNews (Brebes) - Setelah penangkapan pemasok senjata teroris, Woro alias Toro bin Wasjud di Pasar Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Rabu 27 Januari 2015, Jajaran Polres Brebes, menggelar razia kendaraan dengan sasaran teroris di sejumlah akses pintu masuk perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.
"Ada tiga titik yang dijadikan lokasi operasi yakni di jalur Pantura Tengah dan Selatan Brebes. Setiap titik terdapat 50 petugas dari Reserse, Intelkam, Lantas, Sabhara dan Polsek setempat," ujar Kasatlantas Polres Brebes, AKP Sipayung melalui perwira Satlantas Polres Brebes, Iptu Harti saat memimpin operasi di Jalan Pantura, Brebes, Kamis 28 Januari 2016 sore.
Menurutnya, kegiatan operasi yang ditingkatkan di sepanjang ruas jalur Pantura tersebut, selain dengan sasaran teroris juga tindak kejahatan lainnya. Termasuk, target kegiatan operasi ini, adalah orang yang membawa senjata tajam, narkoba, bahan peledak dan benda lainnya yang menimbulkan tindak kejahatan.
"Setiap kendaraan roda empat ataupun roda dua diberhentikan petugas. Jadi, razia ini digelar untuk mempersempit ruang gerak teroris, dan antisipasi tindak kejahatan seperti Curat dan Curanmor," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, jajaran Polsek Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil mengamankan Woro alias Toro Bin Wasjud (33), warga Dukuh Kalen Pandan, Desa Pamulihan RT 7 RW XIV, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, saat dirinya sedang berbelanja ke pasar yang tidak jauh dari rumahnya, Rabu 27 Januari 2016 sekitar pukul 07.00 WIB.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, Woro baru saja keluar dari LP Tangerang pada Sabtu 16 Januari lalu, setelah menjalani hukuman selama 1 tahun 6 bulan, akibat melakukan tindak pidana kasus pencurian.
“Memang benar, kami mendapat perintah dari pimpinan untuk mengamankan Woro. Dia sendiri sudah berada di Larangan sejak 10 hari yang lalu, namun tidak selalu tinggal di rumahnya. Kami amankan dia setelah memastikan kalau yang bersangkutan adalah Woro saat berbelanja di Pasar Larangan,” tukas Kapolres Brebes, AKBP Harryo Sugihhartono SIK MH melalui Kapolsek Larangan, AKP Sapari SH saat dihubungi di lokasi pemasangan garis polisi di rumah Woro di Dukuh Kalen Pandan RT 7 RW XIV.
Kapolsek sendiri enggan menyebutkan kalau orang yang diamankan tersebut, merupakan penjual senjata kepada teroris yang melakukan pengeboman di Sarinah, Jakarta beberapa waktu lalu.
“Yang jelas, kami amankan orang yang namanya Woro dan menunggu tim Densus 88 untuk membawanya. Tugas kami, setelah mengamankan orang dimaksud, selanjutnya memasang garis polisi di rumahnya untuk penyelidikan lebih lanjut.