Pendidikan membutuhkan filsafat, karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pada pendidikan semata. Yang hanya terbatas pada pengalaman-pengalaman kita sendiri, akan tetapi pendidikan menyangkut pada proses pembelajaran.
Dalam pendidikan akan muncul berbagai masalah-masalah yang lebih luas dan komplek. Secara filosofi, manusia tanpa pendidikan itu manusia yang mati. Karena manusia tanpa pendidikan itu hanyalah sebuah khayalan belaka. Akan tetapi manusia juga akan membutuhkan pendidikan.
Pendidikan pula yang mengantar manusia untuk hidup, maju, berpikir logis dan sistematis. Karena Pendidikan merupakan sebuah usaha atau upaya seorang pendidik untuk membuat seorang pendidik mampu mengembangkan potensi diri mereka.
Potensi tersebut berkekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya sendiri dan orang lain. Pelaksanaan pendidikan juga memilik maksud dan tujuan tertentu. Tujuan pendidikan tersebut yaitu mempengaruhi daya fikir manusia yang tadinya tidak mengerti menjadi mengerti, yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, dan yang tadinya tidak faham menjadi faham.
Filsafat pendidikan perlu dikuasai oleh para pendidik, adapun alasannya antara lain: Pertama, karena pendidikan bersifat normatif, maka dalam rangka pendidikan diperlukan asumsi yang besifat normatif pula. Asumsi-asumi pendidikan yang bersifat normatif itu antara lain dapat bersumber dari filsafat.
Filsafat pendidikan yang bersifat preskriptif dan normative, akan memberikan petunjuk tentang apa yang seharusnya di dalam pendidikan atau apa yang dicita-citakan dalam pendidikan.
Kedua, bahwa pendidikan tidak cukup dipahami hanya melalui pendekatan ilmiah. Jadi filsafat pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia dan termasuk peserta pedidik.
(Irawati adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon, NIM: 150641230)